Soal Banjir, Anggota Dewan Pers: Presiden Ambil Posisi atau Menikmati Suasana Diuntungkan?
JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Anggota Dewan Pers Arif Zulkifli mengatakan bahwa tidak adil jika banjir yang terjadi di Jakarta saat ini semata-mata adalah kesalahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Poin penting dari banjir Jakarta ini adalah apakah sudah adanya upaya pemerintah untuk mengantisipasinya bukan justru menyalahkan gubernurnya.
"Dalam hal banjir saya kira tidak adil juga hanya karena gubernur sekarang Anies maka banjirnya lebih parah dan lebih sering, kan itu yang jadi narasi publik di media, saya kira bukan itu poinnya."
"Tadi dikatakan bahwa sudah ada naturalisasi dan air yang diteroboskan ke tanah, apakah ada pembuatan biopori, sumur resapan, itu kan tidak ada, kiat juga periksa anggarannya sekarang."
"Apakah anggaran itu ada dan dimanfaatkan," ujarnya.
Arif Zulkifi menegaskan bahwa masalah banjir ini tidak seharusnya diselesaikan bersama, antara pemerintah DKI Jakarta, sejumlah wilayah di sekitarnya seperti Bogor dan tentunya tentunya pemerintah pusat.
Dan yang memiliki wewenang penuh atas bencana banjir ini adalah Presiden Joko Widodo.
Namun di sini Arif Zulkifli meragukan apakah Jokowi sudah mengambil posisi dalam penyelesaian bencana banjir ini.
Atau justru memanfaatkan momen banjir ini untuk mencari keuntungan pribadi.
"Saya juga percaya bahwa penyelesaian banjir DKI itu mestinya penyelesaian holistik dan menyeluruh, jadi bukan cuma DKI tapi juga di hulunya seperti Bogor, sehingga pemerintah pusat seharusnya juga mengambil posisi di atas ini semua."
"Siapa yang harus mengambil posisi di atas semua posisi, ya presiden."
"Presiden apakah mengambil posisi atas ini semua ataukah dia memanfaatkan atau menikmati sebuah suasana elektoral yang menguntungkan dirinya dan merugikan pihak lain," paparnya.
Bahkan Arif Zulkifli sempat menyinggung pernyataan Jokowi yang sempat mengatakan bahwa banjir Jakarta ini bisa di atasi jika dia menjadi presiden.
Lantas Arif Zulkifli menagih janji Jokowi yang pernah diucapkan tersebut untuk menyelesaikan bencana banjir Jakarta saat ini.
"Ingat bahwa presiden mengatakan banjir di Jakarta bisa diselesaikan kalau saya jadi presiden, sekarang setelah saya jadi presiden gunakan dong itu, wewenang itu ambil dong,"pungkasnya.(R04)
Listrik Indonesia

