RIAUSKY.COM - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video seorang WNI yang menghina Rasulullah SAW dan istrinya, Siti Aisyah. Video tersebut mendapat kecaman dari banyak pihak, termasuk para pemuka agama di Indonesia.
Wanita yang menghina Rasulullah SAW tersebut diketahui bernama Julie Chaniago. Sosok Julie kini tengah menjadi sorotan publik.
Melalui unggahan channel Youtube Julie Chaniago di tahun 2015, Julie mengungkapkan bahwa sang ayah merupakan pensiunan TNI dan ibunya bekerja sebagai guru agama.
"Ayah pensiunan ABRI, ibu saya dulu high school guru, dia guru agama," kata Julie.
Julie mengatakan bahwa dirinya telah bermimpi tinggal di Amerika sejak kecil. Ia penasaran dengan orang-orang yang bisa tinggal di Amerika.
"Waktu saya kecil itu saya bermimpi gimana rasanya bisa tinggal di Amerika. Kok orang bisa gitu. Ternyata ke Amerika tidak mudah, kita perlu biaya yang banyak. Kita harus double visa, kita harus tau di mana kita akan datang," ungkap Julie.
Sejak SMA, Julie memiliki kemampuan bahasa Inggris yang bagus. Hal tersebut membuat salah satu perusahaan memanggilnya untuk bekerja sebagai translator.
"Saya dipanggil sama orang, sebuah perusahaan di situ sebagai translator di perusahaannya. Waktu itu saya masih jalan kelas 3 SMA. Jadi saya udah kerja sejak SMA. Saya sudah bantu orang tua," kata Julie.
Julie mengungkapkan jika kala itu, dirinya pernah dihina dan disebut 'orang gila' oleh teman-teman di kampungnya. Hal ini lantaran Julie kerap berbicara dengan bahasa Inggris.
"Saya udah enggak ada lagi sama teman-teman di kampung, karena mereka itu yang ada menghina saya. Oh kamu itu orang gila ya, tiap hari bahasanya bahasa Inggris, ngomongnya bahasa Inggris, kamu itu gila. Dasar orang gila anak pak itu," ujar Julie.
Setelah lulus SMA, karier Julie makin naik, ia akhirnya dikirim ke Jakarta dan mendapat jabatan sebagai asisten manajer.
"Sampai saya di kirim ke Jakarta. Waktu itu saya sebagai asisten manajer untuk sebuah perusahaan terbesar. Saya enggak mau sebut namanya. Saya di Jakarta di kasih tempat tinggal di Cikini, saya di kasih mess di kasih mobil," kata Julie.
Saat ini, Julie telah menetap di Amerika lebih dari 24 tahun. Ia memiliki jabatan di sebuah rumah sakit besar. "Saya sekarang bekerja di rumah sakit yang besar untuk treatment untuk orang-orang yang direhab," ungkap Julie.
Selain itu, Julie juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki usaha persewaan kamar di sana.
"Saya ibu kos sudah hampir 15 tahun, saya memiliki rumah dengan 7 kamar, 5 kamar saya sewa-sewakan sama bule-bule yang sekolah, yang kerja, sangat menguntungkan saya," imbuhnya.
Belakangan nama Julie Chaniago ramai diperbincangkan di jagad maya. Ia dikecam oleh publik lantaran banyak video-videonya yang tersebar di media sosial menghina Islam.
Dalam sebuah tayangan video di akun Twitter @Hilmi28, ia terlihat menghina simbol ka'bah yang ada di sajadah. Ia mempertanyakan apa fungsi gambar kakbah dalam sajadah yang ia sebut karpet itu.
"Ini gambarnya kakbah. Tujuannya apa? Untuk kita ciumin gitu? Aneh kan? Pernahkah kalian berpikir begitu? Bagaimana kalau gambar karpet ini gambar seksi Julie? Gimana menurut kalian?" katanya.
Di lain kesempatan, dalam sebuah video lain yang beredar di akun Twitter milik @JamanSulit, Julie tampak menghina ustaz Arifin Ilham. Ia menyebut ketiga istri Arifin Ilham hanya bermodal se**ngkangan.
"Yang dipoligami itu rata-rata wanita enggak berpendidikan. Wanita-wanita susah. Gayanya sampai enggak pakai adat Indonesia. Siapa itu? Arifin Ilham? Pamerin istri tiganya. Apa pendidikan istri-istrinya itu? Enggak ada itu. Modal se**ngkangan semua mereka," kata Julie.
Bukan hanya itu, ia juga menghina Nabi Muhammad SAW dan istrinya Aisyah. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun @arjigedong, ia menghina perkawinan antara Nabi Muhammad dengan Aisyah yang menurutnya adalah perkawinan anak.
"Itu kenapa Allah memberikan bocah [Aisyah] menikmati pria dewasa? Karena Allah-nya ya Muhammad. Itu hanya cerita Muhammad aja. Masak anak-anak dikawinin," katanya.
Terkait hal ini, ustaz Yusuf Mansur bahkan sempat mengunggah videonya yang menghina Rasulullah SAW. Ia berharap agar Julie segera ditindak oleh pihak berwenang karena dinilai telah meresahkan masyarakat.
"Semoga segera diambil tindakan oleh pemerintah & kepolisian. Untuk menjaga juga ketenangan dan ketentraman," tulis Yusuf Mansur via akun jejaring sosial Instagram-nya miliknya @yusufmansurnew.
Ia pun meminta agar tidak ada lagi yang meledek Allah SWT beserta para nabi-Nya mengingat hal itu sangat sensitif dan bisa merusak keutuhan masyarakat.
"Mari menahan diri tidak menghina, tidak meledek, tidak mencaci, tidak menghujat, tidak main-main dengan Allah dan para Nabi-Nya. Hal yang sangat sensitif yang bisa jadi merusak keutuhan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara," katanya.
Dalam sebuah tayangan video yang beredar di akun YouTube-nya, Julie Chaniago mengaku berasal dari Indonesia. Ayahnya adalah orang Padang, sementara ibunya berasal dari Bandung. Meski sering menghina Islam, namun ia mengaku bahwa orangtuanya Islam dan ia pernah membangun musala.
"Saya bantu adik-adik saya dan bantu orangtua saya ke tanah suci, saya bawa mereka ke Amerika dan Kanada, saya juga membuat mushola. Jadi banyak hal yang telah saya lakukan untuk yang lain," katanya dalam tayangan video di akun YouTube-nya tahun 2015 silam. (R04)
Sumber: Merdeka.com, Suara.com
Listrik Indonesia

