SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Jembatan pelabuhan camat tiba-tiba roboh Selasa (16/2/2016) pukul 18.00 wib. Akibatnya delapan warga Selat Panjang bersama lima sepeda motornya nyemplung ke laut.
Menurut warga yang ikut jadi korban, awalnya mereka dikagetkan dengan suara bagian jembatan beton yang mengeluarkan bunyi seperti benda patah. Kemudian jembatan tiba-tiba roboh dan tenggelam di Laut Selat Panjang.
Tudak ada korban jiwa, namun warga yang menjadi korban jembatan roboh ini trauma. 8 warga yang nyemplung ke laut Selat Panjang yaitu Rahmad Febrianto (30) pegawai BUMN kerja di PLN Belitung. Sepeda motornya merk Vixion BM 4632 BC.
Kemudian ada Dino Faizan (28) pegawai BUMN PLN Bandul dengan sepeda motornya jenis CBR BM 3840 DB, selanjutnya Bovi Nurul Akmal (18) warga Gang ABC Jalan Rintis Selatpanjang. Korban lainnya Aidil Fitra (18) warga Insit dengan sepeda motornya jenis TVs BM 2805
Sementara empat mahasiswa AMIK dan kendaraannya juga tercebur ke laut, yakni Saripudin (21) semester 3, Razi Ardian (20) semester 3, Candra Syahrial (22) semester 3, dan Heri Setia (20) semester 3. Keempat mahasiswa ini membawa dua kendaraan bermotor jenis Vario BM 4258 dan Beat BM 3637 XD. (R03)
- Otonomi
- Kepulauan Meranti
Jembatan Beton Roboh, 8 Warga dan Sepeda Motor Nyemplung ke Laut
Redaksi
Selasa, 16 Februari 2016 - 22:27:10 WIB
Pilihan Redaksi
IndexUniversitas Abdurrab Launching 'Halala', Body Lotion yang Halal dan Sehat
Tak Terima Nama Dicatut, LLMB Beri PHR Waktu 1 Bulan untuk Beri Penjelasan
Rumah Dinas Bupati Indragiri Hilir Kebanjiran, Ini Penampakannya
Blok Minyak West Kampar di Riau Kini Punya Pengelola Baru
Pengumuman! Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kelurahan/Desa di Riau Diperpanjang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Otonomi
Operasi Pasar Murah di Pekanbaru, Warga Diimbau Pakai Masker
Senin, 24 Agustus 2026 - 09:43:10 Wib Otonomi
Siak Zero Firespot, Bupati Afni Instruksikan Waspada Karhutla 24 Jam
Senin, 24 Agustus 2026 - 06:31:48 Wib Otonomi
Pemprov Riau Punya 110 Ribu Masker, Besok Mulai Disalurkan ke Pelalawan
Ahad, 23 Agustus 2026 - 12:28:50 Wib Otonomi

