JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Kesetaraan gender merupakan bagian integral dari Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Namun, pandemi Covid-19 membawa tantangan tersendiri dalam rangka mempercepat kemajuan menuju SDGs.
Menggugah peran pemberdayaan peran perempuan di era Pandemi Covid-19 ini, digelar diskusi webinar bertajuk The Role of Woman in Protecting the Earth yang digelar secara virutal yang dilaksanakan Selasa (27/10/2020).
Ikut hadir pada sesi diskusi tersebut,Deputy Director of Corporate Communications Grup APRIL, Anita Bernardus.
Anita, pada kesempatan itu mengupas tentang bagaimana upaya dari perusahaan yang memproduksi kertas dan bubur kertas (pulp and paper), Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang berbasis di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ini berkontribusi lewat sejumlah program pemberdayaan peran perempuan yang terus eksis dan tumbuh berkembang menjadi komunitas masyarakat produktif hingga hari ini.
Mereka, tentu saja adalah masyarakat yang tinggal dan bermastautin di sekitar areal perusahaan yang dibina secara berkesinambungan sehingga mampu mengembangkan diri sebagai unit masyarakat yang produktif.
"Kami mendorong peran perempuan dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Memiliki banyak perempuan di setiap level management merupakan salah satu cara bagaimana APRIL berkomitmen untuk membuat target-target konkrit pada pemberdayaan perempuan. Kami ingin mendorong kemandirian perempuan dalam kesehatan, finansial, dan lain sebagainya," jelas Anita Bernardus, Deputy Director of Corporate Communications Grup APRIL dalam wabinar yang juga diikuti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Chairman Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Sihol Aritonang, juga sejumlah praktisi bisnis dan perusahaan yang berasal dari kaum wanita itu.
Di luar kegiatan operasional, sejumlah program pemberdayaan perempuan Grup APRIL didesain dengan konsep keberlanjutan, sehingga perusahaan tidak hanya melakukan pemberdayaan peran perempuan namun juga mengupayakan kelestarian alam.
Pertama, dikatakan dia, upaya membantu perempuan untuk meningkatkan taraf hidup dalam pelatihan membatik di Rumah Batik Andalan sejak 2013 lalu.
Bekerja sama dengan komunitas Riau, Grup APRIL ini telah memberdayakan lebih dari 70 ibu rumah tangga untuk melatih kemampuan membatik motif khas daerah setempat hingga memasarkannya, sehingga warisan budaya terus terlindungi.
Belum lama ini, Grup APRIL bahkan menggandeng Duanyam, pelaku usaha souvenir yang mengedepankan produk berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk bekerja sama dengan pengrajin Rumah Batik Andalan.
Ada juga program One Village One Commodity (OVOC).
Sejak 2014, Grup APRIL memberikan pelatihan pertanian yang berkelanjutan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional, sebagian diantaranya adalah petani wanita.
"Di APRIL, partisipasi wanita dilakukan semua level internal dan supply chain kami. Kami juga mendorong berbagai program komunitas yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan sejalan dengan tujuan sustainable development goals," pungkas Anita Bernardus.
Hingga saat ini, sudah ada sekitar 475 petani yang bergabung, dengan salah satu produk unggulan yang dapat dihasilkan adalah nanas atau produk olahan nanas.
Selain itu, Grup APRIL berkolaborasi dengan komunitas Zero Waste Indonesia menginisiasi kampanye #HabiskanMakananmu dan #BerkahPiringKosong untuk lebih peduli terhadap sampah makanan yang dihasilkan setiap invididu.
Melalui kampanye ini, Grup APRIL mengajak masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi makanan dengan lebih bertanggung jawab sehingga dapat meminimalisir dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Grup APRIL diketahui sebagai perusahaan swasta yang terdepan dalam mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam kegiatan operasi dan bisnis dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Dalam beberapa tahun mendatang, Grup APRIL akan terus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui serangkaian inisiatif dengan tujuan utama memberantas kemiskinan dan memberikan akses dasar layanan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat di sekitar wilayah beroperasi.(*)
Listrik Indonesia

