Ungkap Metode Investigasi Pembakaran Halte Sarinah, Mata Najwa Perkenalkan Open Sources Intelligence, Apa Itu?

Ungkap Metode Investigasi Pembakaran Halte Sarinah, Mata Najwa Perkenalkan Open Sources Intelligence, Apa Itu?
Tangkapan layar Youtube Mata Najwa. /Sumber Foto: Youtube/Mata Najwa.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Narasi TV, melalui programnya Mata Najwa kembali mengungkapkan sejumlah fakta-fakta baru terkait dengan kasus pembakaran halte Sarinah pada aksi demonstrasi 8 Oktober 2020 lalu.

Bahkan, dalam tayangan Mata Jadwa pada Rabu (4/11/2020) malam tadi, Najwa juga mengaku mendapatkan lebih banyak lagi data terkait pembakaran Halte Sarinah. 

Selain keterangan saksi yang melihat langsung keberadaan oknum terduga pelaku pembakaran, tim investigasi Mata Najwa juga menerima foto terduga pelaku pembakaran dalam bentuk yang lebih jelas dan pihaknya juga sudah menghubungi kepolisian terkait temuan terbaru tersebut.

Dalam kesempatan itu, Najwa juga menjelaskan lebih jauh tentang teknologi yang digunakan oleh tim Mata Najwa dalam menginvestigasi kasus pembakaran halte tersebut, Open Sources Intelligence (OSINT).

Najwa menjelaskan, Open Sources Intelligent (OSINT) adalah metode investigasi jurnalis menggunakan open sources.

Dikatakan dia, sesungguhnya ini bukan hal baru di berbagai belahan dunia. 

''Metode yang sama juga kerap kami gunakan investigasi liputan yang lain,'' ungkap Najwa lebih jauh.

Itu juga dipaparkan kembali dalam penjelasan tentang teknologi ini. 

''Era digital mengubah banyak hal. Keterbukaan data di era ini telah mengakselerasi kerja investigasi. Dalam penelusuran pembakaran halte Sarinah misalnya. Tim Mata Najwa mengumpulkan beragam data,'' dalam penjelasan redaksi Mata Najwa. 

Tim mata najwa mengumpulkan beragam data, dari foto dan video di medsos hingga jaringan CCTV yang memungkinkan di akses publik menggunakan aplikasi.

Tim Mata Najwa juga telah menerapkan metode ini untuk menyelidiki beberapa kasus, mulai dari memantau pergerakan kapal patroli Cina di laut Natuna, disinformasi kasus kekerasan di papua, memantau kebakaran hutan di kalimantan, memergoki Djoko Tjandra yang berstatus buronan satu frame dengan perdana menteri Papua Nugini, menemukan kampung halaman Edi Tansil di pedalaman Fujian China, mereportasi CCTV di sekitaran rumah Novel Basedan. 

Investigasi berbasis sumber digital terbuka atau OSINT ini, dikatakan sebenarnya bukan hal baru. Banyak kasus besar terpecahkan oleh para jurnalis yang bekerja di depan monitor selama berjam-jam. 

''Penembakan pesawat MH17, penggunaan senjata kimia dalam perang suriah, pembunuhan bekas intelejen rusia, hingga pelanggaran HAM di Afrika, semua terkuak lewat investigasi Open Sources Intelligence,'' ungkap platfotm acara yang tayang setiap pekannya di TV Trans7 ini. 

Penjelasan tentang OSINT

Dilansir dari wikipedia, Kecerdasan sumber terbuka (OSINT) adalah metodologi multi-metode (kualitatif, kuantitatif) untuk mengumpulkan, menganalisis, dan membuat keputusan tentang data yang dapat diakses di sumber yang tersedia untuk umum untuk digunakan dalam konteks intelijen . 

Dalam komunitas intelijen, istilah 'terbuka' mengacu pada sumber terbuka yang tersedia untuk umum (sebagai lawan dari sumber rahasia atau rahasia). Ini tidak terkait dengan perangkat lunak sumber terbuka atau kecerdasan kolektif .

OSINT dengan satu nama atau lainnya telah ada selama ratusan tahun. Dengan munculnya komunikasi instan dan transfer informasi yang cepat, banyak intelijen yang dapat ditindaklanjuti dan prediktif sekarang dapat diperoleh dari sumber-sumber publik yang tidak rahasia.

Masih dari wikipedia, disebutkan juga, sumber OSINT dapat dibagi menjadi enam kategori arus informasi yang berbeda: 

Media, koran cetak, majalah, radio , dan televisi dari dan antar negara.
Internet, publikasi online, blog, grup diskusi, media warga (misalnya, video ponsel, dan konten buatan pengguna ), YouTube, dan situs web media sosial lainnya (misal: Facebook, Twitter, Instagram, dll). 

Sumber ini juga melampaui berbagai sumber lainnya karena ketepatan waktu dan kemudahan aksesnya.

Data Pemerintah Publik, laporan pemerintah publik, anggaran, audiensi, direktori telepon, konferensi pers, situs web, dan pidato.  Meskipun sumber ini berasal dari sumber resmi, namun dapat diakses publik dan dapat digunakan secara terbuka dan bebas.

Publikasi Profesi dan Akademik , informasi yang diperoleh dari jurnal, konferensi, simposium, makalah akademik , disertasi, dan skripsi.

Data Komersial, citra komersial, penilaian keuangan dan industri, dan database.

Literatur abu-abu, laporan teknis, pracetak , paten, kertas kerja, dokumen bisnis, karya yang tidak dipublikasikan, dan buletin .

OSINT dibedakan dari penelitian karena menerapkan proses kecerdasan untuk menciptakan pengetahuan yang disesuaikan yang mendukung keputusan tertentu oleh individu atau kelompok.(R04)

Sumber Berita: olahan/wikipedia

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional