Indonesia Resesi, Pengusaha Minta Pemerintah Berikan Stimulus

Indonesia Resesi, Pengusaha Minta Pemerintah Berikan Stimulus
Wakil Ketua APINDO Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyarankan 3 hal yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi untuk selanjutnya bisa tumbuh positif kembali, salah satunya dengan memberikan stimulus untuk menengah atas (pengusaha).

Wakil Ketua APINDO Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam, mengatakan pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi di kuartal III 2020, lantaran jumlah kasus covid-19 masih tinggi di kisaran 4000 kasus per hari.

“Pandemi ini harus segera mencapai titik puncak, artinya menunjukkan angka penurunan. Nah akhir minggu ini sudah bagus ada penurunan, yang tadinya 4000 kasus kini 2000 kasus, begitupun di Jakarta yang tadinya diatas 1000 kasus juga turun,” kata Bob seperti kami lansir dari  Liputan6.com, Jumat (6/11/2020).

Jika kasus covid-19 di Indonesia masih tinggi, Indonesia tetap berada di zona pesimis, sebaliknya jika kasusnya menurun maka besar kemungkinan Indonesia masuk kembali ke zona optimis.

Oleh karena itu, Bob menyarankan 3 hal agar pertumbuhan ekonomi di Indonesia membaik. Pertama, pemerintah harus bergerak cepat menangani kasus covid-19 untuk seterusnya. Ia menilai saat ini kasus sudah mulai menurun, berarti Pemerintah tinggal mempercepat saja penanganannya.

“Kita itu sangat tergantung untuk mendorong konsumsi bagaimana pengelolaan pandemi covid-19, karena salah satu alasan orang mengurangi konsumsi karena dia tidak confidence dengan ekonomi ke depan lantaran pandemi belum menunjukkan titik puncaknya,” ujarnya.

Kedua, ia menyarankan agar memberikan stimulus ekonomi untuk kalangan menengah atas (pengusaha). Bob mengatakan stimulus yang diberikan untuk masyarakat kalangan bawah sudah bagus. Namun untuk kalangan menengah atas belum terasa.

“Stimulus ekonomi untuk masyarakat bawah ini sudah bagus. Tapi stimulus ekonomi untuk masyarakat menengah atas itu belum, padahal 70 persen konsumsi tergantung menengah atas,” katanya.

Ketiga, akselerasi belanja pemerintah dipercepat. Menurutnya saat ini belanja pemerintah realisasinya masih rendah padahal kini sudah memasuki bulan November.

“Kalau kombinasi itu dijalani dengan baik kita yakin bisa mengurangi potensi minus, bahkan tahun depan kita bisa tumbuh positif. Jadi ekonomi kita kedepan sangat tergantung kembali lagi bagaimana  penanganan covid supaya bisa menunjukkan penurunan dan optimisme meningkat,” pungkasnya. (R04)  

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional