Sambil Tebar Ancaman, Puluhan Preman Hancurkan Pos Polisi di Jalan Riau Ujung

Sambil Tebar Ancaman, Puluhan Preman Hancurkan Pos Polisi di Jalan Riau Ujung
Seorang petugas kepolisian menunjuk bekas pengrusakan yang dilakukan puluhan pemuda di Pos Polisi Gurindam VI Jalan Riau Ujung Jumat malam tadi. Foto :goriau.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Belasan pemuda menggunakan jaket gelap dan helm melakukan penyerangan terhadap Pos polisi Gurindam VI di Jalan Riau Ujung, Kecamatan Payung Sekaki. Tak hanya menggertak dan merampas radio panggil polisi, mereka juga menghancurkan dan memecahkan kaca depan pos yang tepat terdapat di pertigaan Jalan Soekarno-Hatta-Jalan Riau tersebut.

 
Tidak ada korban dalam aksi tersebut selain kerusakan terhadap kaca depan pos polisi yang diduga dipukul menggunakan kayu bloti dan benda keras, sehingga rusak berserakan. Di duga aksi ini dipicu oleh kemarahan karena salah seorang dari pelaku pengrusakan karena tindakan penertiban yang dilakukan aparat, Jumat (19/2/2016).
 
Disebutkan Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, ada beberapa dialog yang dilakukan oleh para pelau sebelum melakukan pengrusakan. ''Mereka sempat tanya,mana polisi yang tadi sore kepada dua petugas jaga pos yang saat itu sedang piket," ungkap Sugeng Putut menirukan.
 
Karena kebetulan baru aja pertukaran petugas piket jaga, dua petugas yang sedang bertugas, Brigadir Riko dan Brigadir Kepala (Bripka) Agus tidak memberikan jawaban selain menjelaskan bahwa mereka baru saja melakukan pergantian. 
 
Karena tak puas dengan jawaban tersebut, akhirnya para pelaku bersenjata bloti lengkap itu pun langsung mengamuk dan melakukan pengrusakan dengan memecahkan kaca. Tak cukup sampai disitu, mereka merampas radio panggil juga ponsel milik Bripka Agus. ''Melihat situasi memanas, akhirnya Brigadir Riko pun berlari meminta bantuan ke Mapolsek Payung Sekaki yang berjarak tidak jauh dari lokasi,'' imbuh Putut. 
 
Begitu mengetahui aparat datang, para pelaku pun berhamburan meninggalkan lokasi dengan memacu secepat mungkin kendaraan yang mereka gunakan. Mereka juga masih sempat melakukan pengancaman kepada aparat yang saat itu berusaha melakukan pengejaran ke pos polisi yang berjarak hanya beberapa meter saja dari pos polisi tersebut. 
 
''Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap motif pelaku,''ungkap Sugeng Putut sembari menjelaskan kalau diduga pelaku bukanlah kelompok geng motor, melainkan rekan dari oknum yang mendapat tindakan penegakan hukum oleh aparat. Untuk riilnya, kita masih lakukan penyelidikan,'' ungkap dia lagi. (R01/i)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional