Penjelasannya Berbeda-beda, Ada yang Mencurigakan Dalam Pemusnahan Rokok BMN di BC Tembilahan

Penjelasannya Berbeda-beda, Ada yang Mencurigakan Dalam Pemusnahan  Rokok BMN di BC Tembilahan
Ilustrasi rokok ilegal

TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM)-  Ada yang aneh dalam proses pemusnahan  barang bukti  rokok ilegal hasil tangkapan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan. 

Sejumlah penjelasan dari oknum pejabat di dalam lingkungan Bea Cukai  berbeda-beda terkait waktu perusakan  barang bukti  barang  milik negara (BMN) yang telah dimusnahkan pada 26 November 2020 lalu  itu.

Hal tersebut terkuak setelah adanya informasi di lapangan yang menyebutkan jika perusakan BMN untuk 24 juta batang rokok hanya dilakukan beberapa hari oleh pihak panitia pelaksana Bea Cukai Tembilahan.

Dikonfirmasi oleh awak media terkait informasi tersebut, Humas Bea Cukai Tembilahan, Rustam Efendi Manalu yang juga salah satu Koordinator Pelaksana tugas pemusnahan yang membantah informasi tersebut dan mengatakan jika perusakan BMN tersebut berlangsung selama sekitar 3 pekan sebelum kegiatan seremonial.

"Acara pengrusakan 10 November kita mulainya, sampai tanggal 26 November. Setelah seremonial barang diangkut ke TPA pakai truk Dinas Kebersihan," ungkap Rustam, 7 Desember 2020 lalu.

Rustam menambahkan saat proses pengrusakan selalu diawasi oleh koordinator pelaksana tugas dan banyak CCTV kantor sehingga tidak akan bisa menyelundupkan BMN tersebut, apalagi untuk dijual.

"Pengangkutan ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kita pakai Dinas LHK. Dua hari, mulai Kamis setelah seremonial sampai Jumat sore atau malam itu," tambahnya.

Namun, pernyataan berbeda malah disampaikan Koordinator Pelaksana Tugas II, Noperi Arifon yang menyebut jika selesai kegiatan pengangkutan barang hasil pemusnahan sampai Jumat 27 November sekitar jam 03.00 WIB subuh.

"Selesai pengangkutan jam 3 atau jam 4 subuh kita awasi pembuangan sampahnya, pagi kantor sudah bersih. Enam mobil DLHK kita pakai," sebutnya.

Pernyataan yang berbeda kembali disampaikan Koordinator Pelaksana Tugas III, Muslimin yang menyatakan jika dirinya sebagai koordinator tidak memegang data pengrusakan BMN tersebut.

"Saya lupa tanggal berapa persisnya (pengrusakan), sistemnya kita ambil barang di gudang dan dihitung, kunci gudangnya lalu barang dihancurkan," pungkasnya.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional