PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Provinsi Riau berhasil membukukan pajak sebesar Rp1.77 triliun atau surplus Rp56 miliar lebih dari target semula ditetapkan Rp1,20 triliun.
Capaian tersebut, diantaranya didapat dari potensi pajak di Riau, mulai dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pajak air permukaan.
"Target kita pada 2020 ini pada saat refocusing sebesar Rp950 miliar. Tetapi pada perubahan dilakukan, kita naikan menjadi Rp1,20 triliun. Realisasi sampai 19 September sudah mencapai 105 persen. Dengan asumsi, dari 1,20 triliun ditetapkan tersebut sudah terealisasi Rp1.77 triliun atau surplus Rp 56 miliar lebih," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Herman, Rabu (23/12/20).
Pencapaian sudah melebihi target itu, diantaranya karena antusiasnya masyarakat mengikuti program pemutihan pembayaran denda pajak kendaraan bermotor. Ditambah diskon bea balik nama kendaraan bermotor sebesar 50 persen.
Dijelaskan, dari hasil pajak kendaraan bermotor ditargetkan sebesar Rp637 miliar lebih. Sementara, realisasi sampai 19 September Rp645 miliar lebih atau sudah terealisasi 101 persen lebih.
"Artinya, melebihi dari target yang ditetapkan," jelas Herman.
Namun untuk BBNKB, justru tak tercapai. Herman menyebut, karena adanya diskon pembayaran, sebesar 50 persen. Dimana dari target Rp774 miliar, sementara realisasi sampai 19 September baru sebesar Rp536 miliar, atau defisit Rp200 miliar lebih.
Begitu juga dengan pajak air permukaan, tidak tercapai, dari target Rp36 miliar, realisasi baru Rp33 miliar lebih atau 90 persen lebih. Alasannya, karena salah satu dampak air permukaan PLTA Koto Panjang.
"Satu tahun, bisa didapat Rp3 miliar lebih. Saat ini kita sedang melakukan mediasi dengan Kemendagri, terkait silang pendapat, antara Pemprov Riau dan Sumatera Barat. Kita harapkan, mediasi ini bisa selesai secepatnya," paparnya.
Diharapkan, sesuai dengam undang-undang tentang pajak retribusi daerah, bahwa air dimana permukaan itu dimanfaatkan. "Memang, air PLTA Koto Panjang itu melimpah sampai ke Sumbar. Tetapi hari ini, kita berfikir dimana air itu dimanfaatkan, adanya di PLTA Koto Panjang. Kita berharap, melalui mediasi itu, pajak air permukaan kembali 100 persen ke Provinsi Riau," ujar Herman lagi.(mcr)
Memberi Dampak yang Bernilai Tambah
Selain mengembangkan infrastruktur dan teknologi jaringan broadband terdepan, Telkomsel memastikan kehadirannya juga dapat memberi manfaat lebih bagi masyarakat di wilayah 3T dan kawasan perbatasan negara. Hal tersebut diwujudkan Telkomsel dengan menjalankan program corporate social responsibility (CSR) di sejumlah daerah penyelenggaraan BTS USO. Sejumlah wilayah tersebut meliputi Tanimbar (Maluku), Golo Ketak (Nusa Tenggara Timur), Buwun Mas (Nusa Tenggara Barat), dan Wairara (Nusa Tenggara Timur).
Inisiatif CSR yang dilakukan Telkomsel di daerah-daerah tersebut meliputi pemberian dana perbaikan sekolah, paket bingkisan Natal dan sembako, hingga penyelenggaraan program InternetBAIK untuk mengedukasi masyarakat setempat perihal penggunaan internet yang positif, bermanfaat dan bertanggung jawab.
Selain itu, Telkomsel juga berkolaborasi dengan mitra strategis untuk menyalurkan bantuan berupa perangkat pendukung kegiatan belajar jarak jauh, seperti perangkat laboratorium komputer sekolah. Di samping itu, Telkomsel juga memberikan dana dan perbaikan fasilitas umum seperti yang dilakukan di Pusat Kesehatan Desa Golo Ketak, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggata Timur.
Dalam kesempatan konferensi video bersama Telkomsel dan Menteri Kominfo RI (23/12), hadir juga para perwakilan dari desa serta sekolah penerima manfaat, seperti SMP Negeri 4 Golo Ketak NTT dan SMP Negeri 1 Kormomolin Tanimbar, Maluku, Ambon, yang berdiskusi serta memberi testimoni tentang pemanfaatan akses broadband yang kini telah tersedia dan membantu keseharian masyarakat setempat.
Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Golo Ketak, Fransiscus Mambok, yang ikut hadir dalam konferensi video mengatakan, "Seiring dengan implementasi metode belajar daring dari rumah, kualitas jaringan di wilayah kami juga semakin baik melalui ketersediaan jaringan 4G dari Telkomsel. Harapannya, mudah-mudahan dengan hadirnya jaringan 4G di desa kami, anak-anak kami dan masyarakat dapat memanfaatkan jaringan internet dari Telkomsel dengan baik. Ketersediaan jaringan dari Telkomsel ini juga semakin meningkatkan rasa persatuan kami sebagai satu bangsa yang kuat, dan mendorong semangat untuk memajukan daerah kami agar bisa bersaing dan maju bersama desa-desa lain.”
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kormomolin Tanimbar, Ollyva Esther Turlel mengatakan, “Dukungan dari Telkomsel memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas jaringan 4G di daerah kami. Sebagai salah satu desa 3T yang sangat minim pengetahuan akan teknologi, maka dengan adanya bantuan jaringan dari Telkomsel kami sangat berterima kasih sekali. Karena jaringan Telkomsel sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga kami harap upaya Telkomsel dapat terus berlanjut ke depan, melihat dari masyarakat yang sangat membutuhkan dukungan tersebut.”
"Kami senantiasa berkomitmen untuk terus bergerak maju memberikan kontribusi nyata terhadap pemerataan layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia. Maka dari itu, kami siap menjadi pintu gerbang solusi digital yang merata dengan memperkuat kembali kolaborasi dengan pemerintah sekaligus mendukung upaya penyediaan jaringan 4G di seluruh desa hingga tahun 2022 mendatang. Kami pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah 3T dan daerah perbatasan sehingga ketersediaan jaringan terdepan dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada negara dan masyarakat, khususnya untuk peningkatan perekonomian digital melalui memberdayaan transformasi sektor pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," pungkas Setyanto.(r)
Listrik Indonesia

