SHANGHAI (RIAUSKY.COM)– Seorang miliarder China tewas diracun di Hari Natal, demikian diungkapkan polisi Shanghai.
Lin Qi, (39 tahun), adalah ketua dan kepala eksekutif (CEO) perusahaan pengemban game strategi Game of Thrones: Winter Is Coming.
Dia meninggal pada Jumat (25/12/2020) dan polisi kini mengatakan bahwa dia diracun.
Dalam pernyataannya, Kepolisian Shanghai menunjuk salah satu rekan Lin, yang diidentifikasi degan nama belakang Xu, sebagai tersangka utama.
Pernyataan polisi Shanghai menunjuk salah satu rekan Lin - yang diidentifikasi hanya dengan nama belakangnya Xu - sebagai tersangka utama.
Lin diyakini memiliki kekayaan bersih sekitar 6,8 miliar yuan (Rp14,7 triliun), menurut Daftar Orang Kaya China Hurun.
Banyak karyawan dan mantan karyawan berkumpul di luar kantor Yoozoo pada Jumat untuk berduka atas kematiannya. Perusahaan juga mengeluarkan pernyataan emosional di microblog resmi Weibo.
"Selamat tinggal masa muda," kata pernyataan itu sebagaimana dilansir BBC.
"Kami akan bersama, terus bersikap baik, terus percaya pada kebaikan, dan melanjutkan perjuangan melawan semua yang buruk."
Postingan tersebut menarik ribuan komentar sementara topik tersebut telah dilihat lebih dari 290 juta kali di Weibo.
Selain game Game of Thrones, Yoozoo juga merupakan co-publisher dari game sukses besar Supercell, Brawl Stars, bersama dengan perusahaan raksasa Tencent Holdings China.(R04)
Sumber Berita: okezone.com
Listrik Indonesia

