JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Indonesia menawarkan pembangunan sepanjang 282,7 Kilometer Tol Trans Sumatera kepada investor Turki.
Adapun ruas tol Trans Sumatera yang ditawarkan tersebut akan membentang mulai dari Provinsi Jambi-Rengat (Riau)- Pekanbaru hingga Kabupaten Siak.
Dalam kesempatan tersebut hadir langsung delegasi Kedutaan Besar Turki bersama sejumlah pelaku usaha yang berminat untuk melakukan investasi di Indonesia.
Salah satu agenda dalam rangkaian kunjungan kerja ini adalah site visit ke Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai.
Agenda tersebut menindaklanjuti kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ke Turki pada 4 November sampai dengan 6 November 2021 lalu dalam rangka penjajakan kerjasama pembangunan infrastruktur antara Indonesia dan Turki.
Rombongan yang terdiri dari Duta Besar Indonesia untuk Turki, beberapa perusahaan konstruksi asal Turki yakni ERG Insaat Ticaret ve Sanayi dan DORCE Ltd melakukan kunjungan kerja pada Selasa (14/12) hingga Rabu (15/12).
Agenda yang dilakukan antara lain pembahasan road project financing, detail proyek yang akan dibukakan peluang kerjasama pada pihak Turki hingga kunjungan lapangan ke ruas JTTS.
Pada site visit JTTS Tol Pekanbaru – Dumai juga sekaligus mengajak calon investor melakukan survei kondisi tanah khususnya pada sekitar proyek pembangunan Tol Pekanbaru – Bangkinang, serta pembahasan mengenai detail usulan proyek yang akan dikolaborasikan dengan kontraktor asal Turki tersebut.
Kunjungan ini juga menjadi kunjungan awal sebelum pelaksanaan Business Forum antara Asosiasi Kontraktor Turki (TCA) dengan Asosiasi Kontraktor Indonesia serta antara Asosiasi Konsultan Turki (ATCEA) dengan Asosiasi Konsultan Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta pada awal 2022 mendatang.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa Kementerian PUPR menyambut baik minat kerja sama para pengusaha dan perusahaan konstruksi asal Turki, khususnya untuk terlibat dalam pembangunan JTTS. Sekaligus membahas rencana kerjasama bersama Hutama Karya.
"Meski demikian ini baru merupakan tahapan awal penjajakan kerjasama sehingga kita ajak mereka untuk survei kondisi lapangan. Selain itu, masih banyak hal-hal yang perlu dilengkapi untuk dapat merealisasikan kerjasama ini," ujar Herry dalam keterangan tertulis yang disiarkan, Rabu (15/12).
Adapun Proyek yang ditawarkan adalah Proyek JTTS ruas Jambi – Rengat dan beberapa Ruas Rengat – Pekanbaru (Pekanbaru – Siak) dengan total panjang sepanjang 282,7 Km yang memiliki total investasi sebesar US$ 3,1 miliar.
Salah satu delegasi Turki, yakni Ali Koray Erden selaku Group CFO, ERG insaat Ticaret ve Sanayi menyampaikan antusiasmenya untuk berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dan Hutama Karya selaku owner JTTS.
Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan, Hutama Karya siap mendukung minat investasi Turki di Indonesia khususnya dalam penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.
Hal ini juga dinilai sebagai langkah yang baik untuk membuka peluang investasi di Indonesia.
Adapun setelah ini Hutama Karya akan melanjutkan penjajakan kerjasama dengan segera merealisasikan MoU antara kedua belah pihak.
Menurut Koentjoro, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui kolaborasi ini, salah satunya transfer knowledge dan teknologi terkini.
"Saya berharap pertemuan hari ini akan menjadi awal langkah kami dalam kerjasama pembangunan infrastruktur yang lebih baik antara kedua negara utamanya dalam mendukung percepatan penyelesaian JTTS,” ujar Koentjoro.
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya ke Turki pada November lalu mengatakan bahwa Indonesia mendorong investor-investor dari Turki untuk berinvestasi di berbagai sektor infrastruktur baik melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), maupun Engineering, Procurement, Construction (EPC).
Kementerian PUPR menyakini bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia masih banyak menyediakan peluang investasi yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan konstruksi dari luar negeri, khususnya Turki.(R04)
Sumber Berita: kontan.co.id
Listrik Indonesia

