Pertamina! Solar Sering Kosong di Perbatasan Riau-Sumut, Tiap Hari Sopir Menunggu Sampai Berjam-jam

Pertamina! Solar Sering Kosong di Perbatasan Riau-Sumut,  Tiap Hari Sopir Menunggu Sampai Berjam-jam
Antrean kendaraan meluber hingga ke jalan karena sulitnya mendapatkan solar.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Riau  hingga ke wilayah Sumatera Utara.

Kondisi ini terjadi karena hampir sebagian besar SPBU yang ada mengaku kehabisan pasokan solar.

Dari pantauan Riausky.com pada Senin (28/2/2022) lalu, antrean panjang terjadi hampir di sebagian besar SPBU di wilayah Riau Sumut yang menjadi jalur Lintas Timur Sumatera. Rata-rata SPBU yang ada tidak dagi memiliki stok solar maupun biosolar. Hanya ada pasokan Dexlite dan Pertamina Dex. 

Karena kosong, banyak truk dan mobil-mobil pribadi yang memilih menunggu ketersediaan solar.

''Mau jalan minyak sudah menipis bang. Mau beli yang mahal, mana mungkin kami bang,  Ya terpaksalah kami menunggu disini sampai ada minyak (solar,red) kata Robert salah seorang sopir truk  sawit yang sedang menunggu pasokan minyak.

Tak hanya antre, para sopir kebanyakan bahkan menunggu selama berjam-jam untuk bisa mendapatkan solar.

Kesulitan mendapatkan solar terutama sekali terjadi mulai dari sore hingga menjelang tengah malam. 

Riausky sempat menelusuri mulai dari SPBU di Lintas Sumatera Ujung Tanjung,  Bangko, Balam hingga SPBU di perbatasan Riau Sumut menjelang Torgamba. Namun, solar tidak tersedia. Sopir pun mengaku sudah berjam-jam menunggu. 

Akhirnya Solar baru bisa ditemukan di wilayah Cikampak, namun itu pun kondisinya sudah terjadi antrean panjang kendaraan.

Pasokan solar baru didapati  menjelang Aek Nabara Selatan. 

Kesulitan mendapatkan solar bagi kendaraan pengguna solar ini bukan hanya pada hari itu saja terjadi. Namun, sudah semenjak beberapa waktu terakhir. 

Pertamina sendiri sebelumny asempat mengungkapkan adanya pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bio solar untuk wilayah Riau tahun 2022 sebesar 7-9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengurangan ini juga yang diduga menjadi penyebab  antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Riau dan Sumatera Utara. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, Rudi, antrean panjang pengisian bio solar di SPBU perbatasan Riau-Sumut terjadi hingga berjam-jam.

"Antrean panjang di SPBU perbatasan Bagan Batu, Riau dengan Cikampak Sumatera Utara akibat menunggu pengisian BBM Jenis Solar. Antrean terjadi mulai jam 20:00 WIB, dan macet total pada 23:15 WIB hingga sekarang pukul 04.00 WIB," kata Rudi. 

Kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Evarefita, Kamis (3/3/2022) di Pekanbaru. 

"Kalau dikatakan kelangkahan itu memang terjadi hampir di seluruh provinsi. Karena kuota BBM bio solar kita tahun ini memang berkurang tahun 2022 ini dibanding tahun 2021," katanya. 

Lebih lanjut Evarefita mengatakan, kuota bio solar untuk Riau tahun 2022 berkurang sekitar 7-9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Untuk tahun 2022 kuota kita kan sebanyak 794.787 kiloliter. Sedangkan realisasi 2021 sampai Desember, itu sekitar 824 ribu kiloliter. Artinya kuota tahun ini lebih kecil 4 persen dibandingkan realisasi 2021," terangnya. 

Karena itu, pihaknya menyarankan agar pendistribusian bio solar ini harus ada pengawasannya. Artinya ketika BBM berada di SPBU, maka mereka yang harus memilah kendaraan yang pantas mendapatkan subsidi bio solar tersebut. 

"Itu yang kita ingin sampaikan, dan surat edaran Gubernur terkait hal itu sudah ada. Cuma implementasi di SPBU-SPBU yang belum maksimal, dan kita sudah minta PT Pertamina melalui satuan tugasnya harus turun," harapnya. 

Eva mengakui, kelangkahan bio solar sering terjadi di SPBU-SPBU perbatasan provinsi Riau. Hal itu dikarenakan kendaraan yang mengisi bio solar dari plat BM, namun juga kendaraan plat dari provinsi tetangga. 

"Yang tidak tepat sasaran ini yang menyebabkan salah satu kelangkahan bio solar itu. Makanya untuk mengantisipasi ini kita akan lakukan koordinasi dengan instansi terkait Pemprov Riau, setelah itu kita akan melakukan langkah selanjutnya," ujarnya. 

"Kita juga sebetulnya sudah akan membuat surat ke BPH Migas untuk permintaan penambahan kuota bio solar itu," pungkasnya.(R02/mcr)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional