Firdaus Akui Tak Mulus Membangun Pekanbaru, ''Dulu Dicibir, Sekarang Sudah Jadi Barang tu...

Firdaus Akui Tak Mulus Membangun Pekanbaru, ''Dulu Dicibir, Sekarang Sudah Jadi Barang tu...
Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus ST, MT  mengungkapkan banyak kisah selama memimpin Kota Pekanbaru selama hampir 10 tahun terakhir. 

Dia mengakui, tidak mudah membangun Kota Pekanbaru. Dia pun mengakui tidak semua rencana bisa berjalan dengan mulus. Bahkan ada juga yang mencibir.

''Pada saat saya memaparkan rencana pembangunan, ada komentar, bahkan, ini termasuk dari kalangan intelektual. Yang positif, mereka bilang bagus konsepnya. Tapi akan sangat sulit untuk dikerjakan,'' ungkap Firdaus mengenang. 

''Dikomentari misalkan, pembangunan di Tenayan dikatakan yang dipaparkan itu, yang direncanakan itu, itu tak mungkin. Bahkan senior, intelektual  mengatakan itu cuma mimpi, mimpi di siang bolong. Nggak mungkin itu bisa. 20 tahun lagi belum tentu itu bisa membangun seperti yang dia rencanakan,'' kenang Firdaus mengungkapkan bagaimana pandangan pesimis yang muncul saat itu.

Bahkan Firdaus mengungkapkan ada juga yang mengatakan dia 'gilo'. Mereka beranggapan membangun (Tenayan Raya,red) tak semudah itu dengan kemampuan keuangan Pemko Pekanbaru yang hanya Rp1,5 triliun. Mana mungkin membangun semua. ''Mereka beranggapan itu hanya mimpi di siang bolong saja,'' imbuhnya. 

''Tapi saya haqqul Yakin, dengan kerja keras, kerja cerdas bekerja Ikhlas, disiplin dan dengan tim yang tangguh yang kami sebut super tim,'' ungkap dia.

''Kalau cuma sendiri Firdaus ya nggak bisa. Tapi kalau bekerja super tim, termasuk dukungan wartawan ini membangun Pekanbaru,'' ungkap Firdaus.

Dia juga menjelaskan, membangun Pekanbaru jelas tidak mungkin hanya mengandalkan uang pemerintah saja.  

''Uang pemerintah itu hanya mampu membiayai 10 persen dari kebutuhan pembangunan. Uang pemerintah itu hanya stimulus saja. Sisanya, 90 persen, darimana? Itulah kita harus dorong, undang masyarakat untuk berinvestasi. Karena itulah, pintu utamanya adalah pelayanan perizinan yang baik. Sementara kita selama 8 tahun adalah kota terbaik untuk tujuan investasi di Indonesia,'' tegas Firdaus. 

Saat itu, sebut Firdaus, dia sempat mengundang sejumlah tokoh, staf untuk membahas respon senior dan tokoh yang mengkritik. ''Saya meminta para teman-teman, kepala dinas untuk tidak ada satupun yang menjawab dan membalas semua kritikan yang masuk itu dengan kata-kata. Beri saya waktu 20 bulan saja, kita akan jawab dengan karya dan akan kita persembahkan pada mereka hanya 20 bulan saja, walau mereka mengatakan 20 tahun belum tentu bisa,'' kata dia.

Dengan luas sekitar 10.000 hektare, Firdaus menjelaskan dia berharap kantor pemerintahan akan menjadi lokomotif pembangunan. Gerbongnya adalah kawasan Industri Tenayan (KIT). 

Di Tenayan ini akan dibangun industri manufaktur, industri pariwisata, termasuk wisata religi dan wisata budaya. 

Saat ini, dijelaskan Firdaus, apa yang dibangun Pemko baru di Tenayan baru sebanyak 30 persen dari rencana pembangunan. Sisanya, akan dilanjutkan oleh Wali Kota selanjutnya. ''Kalau desainnya saya sudah siapkan, tinggal dilanjutkan saja lagi,'' kata dia. 

Firdaus juga mengaku kalau dia pernah dicibir soal permintaan pembangunan pembangkit listrik. 

''Itu juga orang yang sangat penting di Riau. Tapi jalan pikiran kami berbeda. Saya katakan, saya haqqul yakin apa yang saya minta itu akan didukung oleh pemerintah pusat. Karena kita sedang menawarkan solusi yang sedang dihadapi pemerintah kita, namanya krisis listrik. Akhirnya usulan itu disetujui, sebelum presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan 35.000 megawatt pembangunan pembangkit listrik Indonesia guna menyelesaikan krisis energi dan Pekanbaru masuk dalam program 35.000 megawatt. Sekarang sudah jadi barang tu. Kalau bapak mau lihat nanti, silahkan lihat, modalnya berapa, Rp4,3 triliun,'' ungkap Firdaus.

Apa yang dilakukan tersebut, dijelaskan dia tak hanya dalam membangun perkantoran Tenayan, pembangkit listrik, namun juga banyak fasilitas lainnya, seperti pendidikan, kesehatan yang tidak hanya mengandalkan uang pemerintah, namun juga investasi. 

Disebutkan Firdaus, selama kepemimpinannya, ada 13 rumah sakit berdiri di Pekanbaru. Dari 13 itu, hanya 1 yakni Rumah Sakit Madani yang sumber biaya pembangunannya berasal dari Pemko, sisanya adalah swasta. 

Selain itu, Pemko membangun 3 buah puskesmas. Tapi, di Pekanbaru juga mencul sekitar 300-an klinik pengobatan. Semua itu adalah bukti Pemko membuka luas peran investasi untuk hadir di Pekanbaru, termasuk di bidang pelayanan kesehatan.(R02)
 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional