MEDAN (RIAUSKY.COM)- Kebijakan pemerintah dengan menghapuskan sementara pungutan ekspor crude palm oil (CPO) tak berpengaruh besar terhadap harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani di Sumatera Utara.
Kenaikan harga yang terjadi masih terbilang lambat dan jauh dari ekspektasi petani.
Kondisi di atas menimbulkan kecurigaan adanya permainan kotor yang sengaja dilakukan spekulan sehingga harga TBS kelapa sawit tetap anjlok meski pemerintah membebaskan pungutan ekspor hingga Agustus mendatang.
"Ini akal-akalan dari para pengusaha," ujar Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatra Utara Gus Dalhari Harahap dilansir dari Bisnis.com, Jumat (29/7/2022).
Di Sumatra Utara, masih banyak petani yang menjual harga sawitnya di bawah Rp1.500 per kilogram. Bahkan ada yang hanya Rp900 per kilogram.
Umumnya, mereka menjual TBS kelapa sawit melalui para agen atau tengkulak.
Pada Rabu (27/7/2022), tim perumus Dinas Perkebunan Pemprov Sumatra Utara menyepakati harga TBS kelapa sawit dari pohon usia 10-20 tahun seharga Rp1.951 per kilogram untuk periode 27 Juli - 2 Agustus 2022.
Acuan harga ini berlaku untuk para petani yang tercatat sebagai mitra perusahaan.
Sesuai ketetapan tersebut, mestinya terjadi peningkatan harga TBS kelapa sawit dari pekan lalu. Kenaikannya sekitar Rp113 per kilogram.
Menurut Dalhari, harga rata-rata TBS kelapa sawit di Sumatra Utara saat ini jauh dari kata ideal.
Jika HPP petani senilai Rp1.850 per kilogram, maka harga TBS kelapa sawit sekitar Rp2.000-an per kilogram.
"Mereka (pengusaha) tidak mengikuti aturan harga, padahal ada patokan harga yang mereka jual, harga dari Kementerian Perdagangan. Mereka masih memakai harga KPB yang merupakan harga penawaran dari para pengusaha," kata Dalhari.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatra Utara Alexander Maha menyampaikan, harga TBS kelapa sawit dari petani bermitra sudah mulai mengalami peningkatan.
Begitu pula dengan harga sawit dari petani non-mitra, meskipun kenaikannya tidak sebesar yang dialami petani mitra.
"Petani nonmitra harganya juga naik, tetapi tidak menyerupai harga TBS petani mitra. Ada disparitas harga, TBS petani nonmitra lebih rendah Rp300 - Rp500 per kilogram dibanding harga petani mitra," kata Maha kepada Bisnis.
Maha menambahkan, harga TBS kelapa sawit saat ini sangat bergantung kepada kebijakan pemerintah tentang penghapusan sementara pungutan ekspor CPO.
Selain itu, ketersediaan CPO dalam tangki-tangki pabrik kelapa sawit (PKS) juga sangat memengaruhi.
Saat ini, total stok CPO dalam negeri mencapai 8 juta ton.
"Saya melihat harga TBS sangat ditentukan oleh penuh atau tidaknya tangki CPO di tiap PKS. Banyak PKS tanpa lahan sawit, apabila tangki penuh harga TBS-nya pasti murah," ungkap Maha.
Begitu pula dengan PKS yang memiliki perkebunan kelapa sawit.
Menurut Maha, harga TBS kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh stok CPO yang mereka miliki.
"Apabila tangki CPO-nya penuh, pasti harga TBS-nya juga murah," imbuhnya.
Daftar harga rerata TBS kelapa sawit di Sumatra Utara berdasarkan data Apkasindo:
1. Kabupaten Langkat = Rp1.200 per kg
2. Kabupaten Deli Serdang = Rp1.100 per kg
3. Kabupaten Serdang Bedagai = Rp1.470 per kg
4. Kabupaten Simalungun = Rp1.375 per kg
5. Kabupaten Batu Bara = Rp1.150 per kg
6. Kabupaten Asahan = Rp1.250 per kg
7. Kabupaten Labuhan Batu Utara = Rp1.385 per kg
8. Kabupaten Labuhan Batu = Rp1.440 per kg
9. Kabupaten Labuhan Batu Selatan = Rp1.430 per kg
10. Kabupaten Padang Lawas Utara = Rp1.420 per kg
11. Kabupaten Padang Lawas = Rp1.580 per kg
12. Kabupaten Tapanuli Selatan = Rp1.400 per kg
13. Kabupaten Tapanuli Tengah = Rp1.100 per kg
14. Kabupaten Mandaling Natal = Rp1.180 per kg
15. Kabupaten Pakpak Bharat = Rp1.150 per kg. (R02)
Sumber Berita: bisnis.com
Listrik Indonesia

