SELAT PANJANG (RIAUSKY.COM)- Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan sejumlah kantor milik pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (10/4/2023).
Para penyidik yang jumlahnya cukup banyak ini menyebar di sejumlah lokasi, diduga masih terkait pengembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus operasi tangkap tangan Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil beberapa waktu lalu.
Laporan yang kami peroleh, penyidik KPK mendatangi sejumlah kantor yang sebelumnya sempat disegel.
Di antaranya kantor Bupati Kepulauan Meranti, Sekretariat Daerah, kator Humas dan Protokol Pimpinan, LPSE, Dinas PUPR juga kantor Badan Pengelola Anggaran dan Arsip Daerah (BPKAD).
Sementara penyidik melakukan penyisiran di dalam ruangan kantor yang dicurigai, sejumlah aparat kepolisian juga membantu mengamankan.
Adapun masyarakat maupun kalangan wartawan tidak diperkenankan masuk pada area-area yang sedang dilakukan penyidikan.
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Bambang Suprianto membenarkan aktivitas penggeledahan yang dilakukan KPK hari ini.
"Pagi tadi dimulai dengan pembukaan segel di beberapa ruangan dan melakukan penggeledahan," ungkap Bambang.
Selain di perkantoran pemerintah, KPK juga dilaporkan melakukan penggeledahan di rumah Kepala BPKAD FN.
Sebagaimana diketahui, dalam operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Bupati Muhammad Adil, Kepala BPKAD FN dan auditor BPK MFA.
Dalam tiga dugaan kasus yang melibatkan Muhammad Adil, KPK juga mengamankan sebanya 28 orang pejabat dan swasta.
Diduga, penyidikan lanjutan di Kepulauan Meranti masih dalam kaitan melengkapi berkas pemeriksaan yang juga menyeret sejumlah nama pejabat pemerintahan di Pemkab Meranti itu.(R05)
Listrik Indonesia

