AYO! Bersama Kita Wujudkan Kota Pekanbaru Lebaran Minim Sampah, Begini Caranya..

AYO! Bersama  Kita Wujudkan Kota Pekanbaru  Lebaran Minim Sampah, Begini Caranya..
Program Kota Pekanbaru Lebaran Minim Sampah.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)-  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerbitkan Surat Edaran terkait upaya pengendalian sampah dalam rangkaian kegiatan hari raya Idul Fitri 1444 hijriyah/2023.

Surat Edaran bernomor:2/MENLHK/PSLB3/PLB.2/4/2023 yang ditandatangani langsung oleh Menteri LHK RI, Prof.Siti Nurbaya yang ditujukan kepada seluruh pemerintah daerah tersebut dimaksudkan guna memperkuat komitmen dan peran ktif pemerintah daerah, partisipasi publik, pelaku usaha dan produsen dalam upaya mengurangi dan menangani jumlah populasi sampah selama pelaksanaan Lebaran Idul Fitri 2023 ini.

Menyikapi Surat Edaran ini, Kepala  Dinas Lingkungan hidup kota Pekanbaru Hendra Apriadi SH mengungkapkan komitmen dari DLH Kota Pekanbaru untuk mendukung pengurangan populasi sampah yang disebabkan oleh tingginya produksi sampah baik dari lingkungan masyarakat maupun aktivitas usaha.

Hal tersebut diungkapkan Hendra, akhir pekan lalu.

Dijelaskan Hendra, di hari Lebaran potensi sampah dapat terjadi mengingat tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja kebutuhan baik harian maupun untuk konsumsi.

Namun, dia juga menegaskan, bahwa semangat dari lebaran Idul Fitri adalah, kembali ke Fitrah, yakni bersih dan suci.

Semangat tersebutlah, yang menurut dia, bisa menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam upaya menegakkan pelaksanaan ''Lebaran Bebas Sampah'' tahun ini.

Dijelaskan Hendra, komitmen tersebut tentunya harus dibangun dengan semangat kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, rapi dan juga terbebas dari sampah.

Dia tidak menafikan bahwa, di masa Ramadhan dan Idul Fitri, biasanya trend produksi sampah mengalami peningkatan. Hal tersebut disebabkan karena tingginya pola konsumsi yang juga berjalan sejalan dengan bertambahnya produksi sampah.

Bila tak dikendalikan, maka tentunya sampah ini juga berpotensi menjadi masalah di tengah masyarakat, mengingat kemampuan pemerintah maupun pihak ketiga juga terbatas dalam upaya mengangkut dan memobiliasi sampah dari pemukiman masyarakat.

Karena itulah, upaya membangun kesadaran masyarakat tentang upaya megendalikan sampah ini menjadi paling utama.

''Ya, memangun kesadaran masyarakat tentang sampah, waktunya membuang sampah, memilah sampah menjadi sangat penting perannya,'' kata dia.

Sampah yang semakin banyak menumpuk sangat berdampak pada masalah lingkungan yang serius. 

''Mulai dari masalah pencemaran lingkungan, sumber kuman penyakit, hingga dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup lain,'' kata dia.

Kepala DLH Pekanbaru Hendra Afriadi

Saat Lebaran, sambung dia, seringkali kita melupakan kebiasaan ramah lingkungan karena terbawa euphoria keinginan untuk berbelanja kebutuhan, keinginan untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

''Kita masih sering dalam berbelanja  memilih produk-produk praktis yang sekali pakai demi kemudahan. Mulai dari plastik, sampah makanan, tisu dan lainnya, " jelas nya.

''Kami mengimbau, kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan melalui kegiatan minim sampah saat mudik dan minim sampah saat lebaran,''ungkap dia.

Memang, diakui dia, melaksanakan Surat Edaran ini tidaklah gampang. Namun, dia yakin, bila seluruh pihak, termasuk masyarakat komitmen untuk melaksanakannya, upaya tersebut bisa diwujudkan.

Bagaimana Mewujudkan Lebaran Minim Sampah?

Sesuai dengan Surat Edaran yang ditujukan kepada Wali Kota Pekanbaru, maka ada beberapa petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan yang bisa dijadikan acuan.

Pertama, sebut Hendra, adalah menggunakan wadah reusable untuk menyimpan makanan dan minuman, seperti botol minuman dan tempat makan. Hindari penggunaan kantong plastik dan styrofoam.

Kedua, kurangin pembelian makanan dan minuman yang dikemas dalam kemasan plastik dan styrofoam.

Ketiga, buang sampah pada tempatnya, dan pastikan untuk memaisahkan sampah organik dan non organik.  Sampah organik dapat dijadikan sebagai kompos atau pupuk, sedangkan sampah non organik dapat didaur ulang atau dibuang dengan benar.

Keempat, Bagi pelaku usaha, diimbau untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik untuk membungkus makanan.

Kelima, Jika membeli makanan dan minuman dai luar, mintalah untuk tidak menggunakan kemasan yang sulit terdaur ulang secara alami.

Keenam, gunakan sedotan stainel atau bambu untuk minuman yang memerlukan sedotan.

Ketujuh: membantu tugas dari petugas kebersihan dalam upaya memudahkan penghimpunan sampah di tengah masyarakat.

Lantas dimana tugas pemerintah?

Sesuai dengan Surat Edaran Nomor: 2/MENLHK/PSLB3/PLB.2/4/2023, pemerintah daerah mengimbau, memfasilitasi dan mengawasi penanganan sampah dalam pelaksanaan mudik pada daerah prnyangga maupun saat penyelenggaraan bebaran.

Pemerintah juga akan melaksanakan pengelolaan sampah pada tempat-tempat atau lokasi  seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, bandar udara dan wilayah publik untuk memastikan kondisi pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik.

Selama momen lebaran, tidak dinafikan tak jarang terjadi lonjakan produksi sampah pada lokasi-lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Untuk itu, pemerintah menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah ini secara massif.

Pertama: gunakan sajadah yang sudah bersih dan hindari membawa makanan adan minuman ke tempat Salat.

Kedua: Gunakan tas atau wadah khusus untuk membuang sampah seperti kertas bekas alas, botol minuman maupun bungkusan makanan,

Ketiga: Menggunakan tisu kertas atau saputangan kain untuk membersihkan keringat dan debu dan kemudian membuangnya ke tempat sampah yang disediakan.

Kelima: Menggunakan tempat Salat yang bersih dan dapat menampung banyak orang sehingga bisa mengurangi populasi sampah di lantai setelah pelaksanaan ibadah.(Advertorial)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional