BBKSDA Pantau Laporan Tapir Masuk Kota Pangkalan Kerinci, Ini Yang Mereka Temukan

BBKSDA Pantau Laporan Tapir Masuk Kota Pangkalan Kerinci, Ini Yang Mereka Temukan
Tapir yang terekam kamera warga di jalan sekitaran Gedung Daerah Pelalawan di Kota Pangkalan Kerinci pada Sabtu (6/5/2023) dinihari lalu./ SUmber Foto: tangkapan layar facebook.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Beberapa hari lalu, tepatnya pada Sabtu (6/5/2023), seekor tapir berbobot badan besar tertangkap kamera warga saat sedang melintas di jalanan sekitar komplek Gedung Daerah di jalan Abdul Jalil, Kota Pangkalan Kerinci.

Keberadaan tapir yang tampak sedang berlari menghindari warga yang mencoba mengabadikan kemunculannya itu viral dan ramai menjadi pembahasan warga di ibu Kota Pelalawan itu.

Apalagi dia muncul di kawasan yang saat ini sudah banyak dikelilingi pemukiman masyarakat.

Pasca laporan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Manusia (BBKSDA) Provinsi Riau langsung turun ke lokasi untuk menelusuri keberadaan satwa dilindungi yang punya nama latin Tapirus Indicus itu.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Andri Hansen Siregar dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa pihaknya sudah menugaskan Tim WRU Seksi I Pelalawan  untuk  turun ke lokasi untuk mengecek keberadaan Tapir tersebut.

Untuk upaya mitigasi dan penyelamatan, Tim SKW I berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Satpol PP Pelalawan dan Humas Pemkab Pelalawan.

Tim juga  melakukan pengumpulan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan perburuan karena Tapir merupakan satwa yang dilindungi oleh Peraturan MENLHK No.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

''Menindaklanjuti kemunculan satwa tersebut, Tim melakukan pengecekan keberadaan satwa di sekitar kejadian kemunculan Tapir,'' ungkap dia.

Meski begitu, pihaknya sudah tidak lagi menemukan keberadaan tapir tersebut. Hanya saja, ditemukan jejak yang diduga jejak Tapir pada lokasi kemunculan Tapir yang viral.

Dia pun mengajak masyarakat dengan mengimbau, ''Yuk kita lestarikan satwa Tapir dan jenis satwa dilindungi lainnya agar mereka tetap hidup di alam bebas,'' kata dia.

Hutan tropis di sekitara wilayah Riau sejauh ini diketahui memang menjadi salah satu habitat hidup tapir di Tanah Air.

Kondisi hutan yang terus mengalami degradasi dan perusakan akibat pembukaan lahan menyebabkan banyak  satwa dilindungi terancam punah keberadaannya.(R03)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional