Edi Natar Buka Pertemuan Refreshing Dokter Layanan CST

Edi Natar Buka Pertemuan Refreshing Dokter Layanan CST
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan pertemuan refreshing dokter layanan care support treatment (CST). Adapun peserta yang ikut dalam pertemuan ini berjumlah 26 orang, peserta daerah berjumlah 6 orang dari Kota Dumai, kab Bengkalis, dan Kab inhil, (pertimbangan di jumpai kasus HIV terbanyak sesudah kota pekanbaru) dan 20 orang peserta dari kota Pekanbaru. Bertempat di salah satu hotel Pekanbaru pada Senin, (19/06/2023). 

Pertemuan refreshing ditaja KPAP Riau dengan maksud adanya refresh keilmuan terhadap dokter CST oleh narasumber kementerian Kesehatan Nasional Republik Indonesia dan organisasi konselor HIV Nasional. Selanjutnya, kegiatan ini diharapkan dokter layanan dapat mendorong peningkatan kepatuhan minum obat pada orang dengan HIV positif didalam pengurangan lost to follow up (LFU) di Provinsi Riau. Serta kegiatan diharapkan menjadi langkah adanya dukungan pelatihan CST pada daerah dengan angka temuan HIV dan AIDS tinggi di Provinsi Riau.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Riau Edi Natar Nasution Selaku Ketua Pelaksana KPAP Riau, Sekretaris KPA Riau dr Sri Suryaningsih, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin, Beberapa Narasumber dan Peserta pertemuan. 

Sri Suryaningsih, selaku sekretaris KPAP Riau menyampaikan " Kami ucapan terimakasih kepada Wakil Gubernur Edy Natar Nasution atas bimbingan, arahan, dukungan moril dan materil kepada KPAP Riau untuk melaksanakan program dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS Provinsi Riau, ucapan terimakasih juga dihaturkan kepada Kepala Dinas Kesehatan provinsi Riau Zainal Arifin, serta terimakasih kepada narasumber dari pusat kementerian Kesehatan dan organisasi konselor HIV Indonesia yang akan memberikan materi pada kegiatan pertemuan refreshing CST yang diselenggarakan." 

Dalam sambutannya dr Sri juga mengungkapkan  “Latar belakang kegiatan ini adalah masukan dari teman2 odhiv dan LSM di lapangan, dimana masih ada keraguan2 CST dalam pemberian ARV (obat anti Virus HIV), keraguan dalam monitoring pengobatan dan masih ada CST yang berbeda dalam pemahaman / pemberian edukasi kepada odhiv maupun masyarakat. Oleh karena itu KPA merasa perlu adanya pemberian informasi yang benar dan meluruskan kembali pemahaman2 yang sama bagi SDM terutama tenaga medis dalam memberikan pelayanan di CST”.

Adapun tujuan kegiatan ini dr Sri mengatakan "Adapun hasil dari pertemuan ini diharapkan akan adanya, Peningkatan pemahaman dan kesamaan pelayanan oleh sdm di CST, Kepuasan dan keyakinan customer dalam memperoleh pelayanan di CST, karena Hal ini akan berdampak pada peningkatan penemuan kasus baru serta pengurangan akan terjadinya LFU (loss of follow up, kepatuhan minum obat pada ODHIV). Adapun untuk Narasumber kegiatan pertemuan Refreshing bagi petugas kesehatan (Dokter) di Care Support and Treatment (CST) HIV dan AIDS berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan organisasi konselor HIV Indonesia." Tutupnya.

Selanjutnya, Sambutan oleh Ketua Pelaksana KPAP Riau Wakil Gubernur Riau sekaligus memberikan arahan dan bimbingan dalam penanggulangan HIV dan AIDS dan membuka kegiatan secara resmi.

Edi Natar sebagai Ketua Pelaksana KPAP Riau, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada KPAP Riau dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Provinsi Riau. penanggulangan AIDS di Provinsi Riau adalah tugas kita semua khususnya stake holder Pemerintah. Ia menyampaikan," jika melihat angka estimasi kasus HIV di Provinsi Riau, kita perlu lebih giat lagi untuk menemukan angka kasus. Baik dengan kebijakan, penganggaran, test dan mitigasi Dampak. Karakteristik kasus HIV AIDS saat ini di temukan di tahun 2022 cendrung sama antara penemuan akibat heteroseksual dengan Homoseksual. Artinya peningkatan aktifitas LGBT perlu menjadi concern oleh KPAP Riau, didalam upaya memutus rantai penularan HIV baru. Tingkat Kepatuhan Minum Obat di Provinsi Riau dilihat dari data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Riau sebanyak 28%, artinya masih jauh untuk mencapai target 95% pengobatan HIV."

"Terkait hal di atas, dibutuhkan tenaga medis yang update mengenai penanganan pasien HIV, dibutuhkan refresh keilmuan dilakukan, sehingga pelayanan yang dilakukan dapat maksimal." Pungkas Wagib Edi Natar. 

Sebelum kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Riau, Edy Natar Nasution berharap pertemuan ini berjalan lancar dan meningkatkan pemahaman dan kesamaan persepsi dokter dalam melakukan pelayanan kepada orang dengan HIV positif.

Setelah dibuka secara resmi, kegiatan selanjutnya yakni penyampaian sosialiasi dan Materi oleh dr. Hendra Widjaja MD dari kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(R05)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional