TAMBUSAI UTARA (RIAUSKY.COM)- Masyarakat di Desa Payung Sekaki dan Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu, meminta serta mengharapkan kepada Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Rokan Hulu untuk menutup operasional quari galian C yang berlokasi di dua desa tersebut.
Operasional quari galian C pada Sungai Batang Kumu di Desa Payung Sekaki dan Desa Bangun Jaya tersebut, akan mengancam putusnya Jembatan Gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Tambusai Utara itu.
Selain itu, abrasi pada bibir sungai Batang Kumu juga akan semakin melabar dan mengancam akan tumbangnya tiang listrik disekitar lokasi tambang tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Desa Payung Sekaki Bambang Sudianto dan Kepala Desa Bangun Jaya Yusrianto kepada Riausky.com,Sabtu (22/07) terkait dengan beroperasinya alat berat galian C disekitar jembatan gantung.
" Jembatan gantung itu, akses anak pergi sekolah dari Desa Payung Sekaki-Bangun Jaya.Masyarakat minta quari galian C itu ditutup. Tentu saja kewenangan untuk menutup itu Aparat Penegak Hukum. Kami meminta dan berharap." Papar Bambang Sudianto.
Saat ini di Desa Payung Sekaki lanjut Bambang, sedang dilakukan pengumpulan tanda tangan warga untuk menolak operasional galian C di dekat Jembatan Gantung itu.
Lebih lanjut Kepala Desa Bangun Jaya Yusrianto mengungkapkan, bahwa masyarakat sangatlah berharap kepada Aparat Penegak Hukum untuk mengerti keinginan masyarakat di dua desa tersebut.
Operasional galian C di dekat jembatan gantung Desa Payung Sekaki-Bangun Jaya diduga dilakukan oleh salah seorang warga Kecamatan Tambusai Utara.
Saat menjawab Riausky.com, Kapolsek Tambusai Utara AKP P.Simatupang SH menegaskan, bahwa Kepala Desa, Masyarakat dan Pengusaha Galian C itu akan dipanggil dalam waktu dekat ini.
" Akan dicek lokasi galian C itu,dimana titiknya dilapangan. Dan akan dilakukan mediasi di kantor." Tegas AKP P Simatupang SH. (R19)
Listrik Indonesia

