PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Satuan Tugas (satgas) Pengawasan Pangan melakukan pengawasan terhadap pendistribusian beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah ini dilaksanakan untuk memastikan penyaluran beras tersebut tepat sasaran dan harganya juga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru Mahyuddin melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna di Pekanbaru, Senin (25/9/2023).
Dijelaskan dia, pengawasan tersebut merupakan tindaklanjut dari Rapat Koordinasi TPID Kota Pekanbaru bersama Kemendagri terkait antisipasi lonjakan harga beras pasca kenaikan harga.
''Fokus pengawasannya memang pada beras SPHP, jadi beras premium,'' jelas Dina.
Dia mengungkapkan, untuk saat ini, pendistribusian beras SPHP dilakukan Bulog kepada RPK (Rumah Pangan Kita) yang ada di seluruh wilayah.
''Untuk di Kota Pekanbaru jumlahnya ada 175 RPK. Namun dari data yang kita sisir di Pekanbaru sebanyak 145 RPK,'' jelas dia.
''RPK-RPK ini yang memasarkan beras langsung kepada masyarakat. Untuk Harge Eceran Tertinggi (HET), sesuai dengan kebijakan pemerintah adalah Rp11.500 per kilogram atau Rp48.000 per kemasan 5 kilogram,'' jelas dia.
RPK ini, jelas Dina, ada di seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru. Karena itulah, masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau itu di sekitar tempat tinggal mereka.
''Jadi kalau mencari RPK ini, mereka pasti ada menuliskan di depan toko atau kiosnya 'Menjual Beras SPHP','' jelas Dina.
RPK, jelas Dina, tak diperkenankan untuk menjual kembali beras SPHP ini kepada pedagang yang lebih kecil. ''Jadi, beras SPHP ini targetnya langsung konsumen, yakni masyarakat,'' papar dia lagi.
Karena itulah, sebut dia, bila warga menemukan beras SPHP ini diperjualbelikan di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah, maka pihaknya meminta masyarakat melaporkan kepada TPID Kota Pekanbaru.
''Dari pembahasan bersama bapak Asisten II kita juga meminta bantuan dari Babikamtibmas untuk membantu pelaksanaan pengawasan di lapangan.Ini untuk mencegah kemungkinan permainan harga maupun distribusi yang tidak tepat sasaran,'' jelas dia.
Sejauh ini, masih dijelaskan Dinal Husna, Bulog memastikan ketersediaan beras SPHP di Kota Pekanbaru sangat mencukupi.
Bulog juga memastikan distribusi beras SPHP ini ke seluruh RPK yang ada, dengan memasok sebanyak 1 ton per hari kepada 20 RPK yang ada di Kota Pekanbaru.
''Per RPK itu mendapat alokasi 1 ton. Jadi sehari ada 20 ton beras SPHP atau kualitas medium yang disalurkan melalui RPK,''jelasnya.
Berdasarkan data prognosa Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, angka kebutuhan beras di Kota Pekanbaru per minggu yakni sebanyak 1.341 ton per minggu, atau sebanyak 191,5 ton per hari.
Beras SPHP sendiri merupakan beras yang diluncurkan pemerintah sebagai bentuk lain dari pelaksanaan operasi pasar (OP) yang sebelumnya dilakukan untuk mengintervensi pasar.
Adapun beras SPHP sendiri berasal dari cadangan pemerintah di gudang Perum Bulog yang dijual dalam bentuk kemasan.
Sejauh ini, di Kota Pekanbaru, beras SPHP dijual dalam kemasan 5 kilogram.(R03)
Listrik Indonesia

