TANAH KARO- Kabupaten Tanah Karo dikenal sebagai daerah penghasil jeruk terbesar di Tanah Air.
Ada puluhan ton setiap harinya yang dihasilkan dari sejumlah daerah sentra pertanian jeruk di kawasan tersebut.
Namun, tidak banyak yang tahu kalau surga buah berbentuk bundar itu berasal dari kebun-kebun masyarakat yang sudah ada semenjak puluhan tahun lalu.
Dulu, pemilik kebun di daerah ini hanya mengandalkan menjual jeruk manis dari berbagai varian dengan mengirimnya ke kota-kota besar di wilayah Sumatera. Namun sekarang, jeruk-jeruk milik petani itu lebih dikenal karena banyaknya konten video yang dibuat dan di-posting oleh para pengunjungnya.
Mereka mendapatkan pengalaman baru dalam membeli jeruk di daerah pegunungan berudara dingin ini.
Membeli jeruk dengan nama ''Petik Sendiri'' di sepanjang jalan di Desa Merek ini seolah menjadi destinasi wisata bagi para pengunjung.
Meski harus merogoh kocek lebih mahal, namun mereka tak keberatan, karena, tak hanya membeli, namun mereka juga mendapatkan sensasi baru memetik jeruk di pegunungan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
''Silakan beli jeruknya Pak, boleh yang ini, boleh juga petik sendiri,'' ungkap Nande Ida, salah satu penjual jeruk yang kami kunjungi.
Di sepanjang jalan di Merek ini, setidaknya ada puluhan pekebun yang menyediakan fasilitas petik sendiri buah jeruk. Bila dihitung sampai ke Kota Brastagi, jumlahnya bisa mencapai ratusan pekebun.
''Kalau yang sudah kita petik ini, harganya Rp15.000 per kilogram. Tapi kalau petik sendiri Rp25.000 per orang,'' jelas dia.
Rata-rata pengunjung yang datang ke kebun jeruk miliknya itu memang lebih memilih untuk memetik buah sendiri di kebun.
''Suka mereka, sambil buat video kebanyakan, nanti mereka share di Youtube atau di akun Facebook suka mereka itu begitu,'' ungkap dia sambil dengan logat Tanah Karo.
Baginya, trend baru menjual jeruk ini lebih disukai, karena, menambah pendapatan.
''Ya, kalau kita jual ke pengepul, harganya kan bersaing. Tapi kalau dibeli di kebun, keuntungannya bisa lebih banyak,'' kata dia.
Bahkan, pada momen tertentu, harga jeruk di kebun yang dipetik sendiri bisa bervariasi tergantung dari keinginan pengunjung.
''Kalau untuk di video kan itu mereka suka kan jeruknya sudah masak, petik langsung dimakan. Kalau divideokan katanya bagus gambarnya. Kadang sekisih harganya bisa sampai Rp5.000,'' papar dia lagi.
Kasmawati, salah seorang pengunjung lokasi agrowisata perkebunan jeruk di Merek mengaku kalau dia mengetahui daerah ini juga dari melihat konten video yang diunggah melalui akun youtube.
''Kalau tak salah, Pak Presiden Jokowi juga pernah ke Brastagi memetik jeruk. Videonya itu viral dan ramai dilihat masyarakat, itu juga yang menarik perhatian kita,'' kata pelanggan Kartu As ini.
Ketika membuat content video, Ikas, demikian dia biasa disapa mengaku kalau dia langsung memposting ke beberapa akun media sosial.
''Saya langsung posting, jadi banyak teman-teman yang komentari juga. Bisa posting karena di sini juga jaringan telekomunikasi Telkomsel cukup baik,''kata dia.
Jaringan telekomunikasi yang andal tentunya tak hanya dibutuhkan Ikas. Namun juga bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari usaha pertanian.
Setiap harinya, para petani setempat mendapatkan pemesanan dari berbagai kota di Tanah Air, bahkan hingga ke Ibu Kota Jakarta.
''Biasanya mereka itu pesan kan sudah langganan. Jadi di telpon saja, atau kadang pakai WA saja, pembayaran dilakukan via transfer atau SMS Banking'' jelas Fendi, salah seorang pengepul.
''Di sini kita setiap hari begini. Kalau abang minat untuk menjadi agen ke Pekanbaru, bisa pesan lewat kita saja,'' kata dia saat ditemui di kedai jualannya yang juga menjadi kedai pengepul di Jalan Lintas Merek-Tiga Panah.
Telkomsel merupakan operator seluler yang memiliki akses jaringan yang paling merata di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara.
Direktur Network Telkomsel, Nugroho mengungkapkan, semenjak Tahun 2022, setidaknya, Telkomsel sudah melakukan upgrade layanan jaringan dari 3G ke 4G di 31 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Telkomsel, lanjut dia, juga terus berupaya menunjang kenyamanan aktivitas telekomunikasi dan digital dengan menyiapkan kapabilitas dan keunggulan teknologi jaringan broadband terdepan, yang merata dan setara hingga pelosok negeri.
Salah satunya, adalah pada daerah sentra wisata dan perekonomian seperti halnya di wilayah Tanah Karo yang sejauh ini dikenal sebagai sentra pertanian di Sumatera Utara.***
Penulis : BUDDY SYAFWAN
Media: RIAUSKY.COM
Listrik Indonesia

