PEKANBARU (RIAUSKY.COM)-- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru siap untuk mendukung sosialisasi dan pemasaran produk kacang hijau yang dihasilkan oleh Universitas Riau.
Kesiapan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Maisisco saat ditemui selepas Rilis dan Panen Raya Dua varietas Kacang Hijau yang diproduksi para peneliti Universitas Riau, yakni Srikandi dan ASRI, Senin (6/11/2023).
Dijelaskan Maisisco, minimal, ketika kacang hijau ini telah menjadi salah satu komoditas yang diproduksi, diperlukan pasar yang siap menampung. Dan di sinilah, peran dari pemerintah, khususnya DKP dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, menyosialisasikan dan mendukung agar produk yang merupakan komoditas pangan lokal ini bisa diterima oleh masyarakat.
Termasuk juga dalam memasukkan komoditas kacang hijau ini sebagai salah satu produk yang bisa dipasarkan pada saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin dilaksanakan DKP.
''Sangat mungkin, kalau kita memasukkan komoditas hasil pangan lokal seperti ini pada pelaksanaan GPM. Sejatinya, kita memprioritaskan komoditas lokal yang tersedia, bila memang tidak mencukupi, baru kita datangkan dari daerah lain di luar Pekanbaru. Begitu juga dengan kacang hijau ini, kalau produksi lokal ada kita prioritaskan dulu yang lokal, baru kekurangannya kita datangkan,'' ungkap dia.
Sebagaimana diketahui, Universitas Riau melalui LPPM Unri dengan melibatkan sejumlah dosen peneliti telah menghasilkan dua varietas kacang hijau yakni Srikandi dan ASRI.
Varietas kacang hijau ini disebut merupakan komoditas pertanian yang cocok dan khusus dikembangkan untuk daerah gambut.
Dengan masa tanam berkisar 70-75 hari, per hektarenya, bibit kacang hijau yang ditanam bisa menghasilkan 3 ton kacang hijau setiap masa panennya.
Pada kesempatan pelaksanaan rilis, Universitas Riau juga langsung melakukan penen raya dua varietas kacang hijau ini.(*)
Listrik Indonesia

