PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru kembali melakukan monitoring ke tiga Kampung Pangan penerima bantuan sarana pengolahan pangan tahun 2024, Kamis (10/10/2024).
Monitoring ini dilakukan guna memantau aktivitas usaha dari kelompok pangan yang merupakan gabungan dari pelaku usaha UMKM kuliner pasca menerima bantuan peralatan oleh pemerintah.
Ketiga kampung pangan yang dilakukan monitoring masing-masing adalah Kampung Pangan Sukaramai, di Kecamatan Pekanbaru Kota, Kampung Pangan Rejosari di Jalan Amilin, Kecamatan Marpoyan Damai serta Kampung Pangan Sukamaju di Kecamatan Sail.
Monitoring dilakukan oleh Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Pekanbaru dipimpin Analis Pasar Hasil Pertanian Zulmaniah.
Pada kesempatan di tiga lokasi ini, Zulmaniah mengungkapkan monitoring ini dilakukan dalam upaya terus mengajak para pelaku usaha yang ada di Kampung Pangan untuk tetap bersemangat dalam berusaha dan terus berinovasi.
Dengan sarana pengolahan pangan yang dibantu oleh Pemerintah Kota, Zulmaniah mengungkapkan kalau pemerintah Kota sedianya berharap para pelaku usaha di kampung pangan lokal ini bisa semakin bersemangat dan maju usahanya, untuk naik kelas.
Selain itu, DKP juga ingin memastikan bahwa bantuan alat yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh penerima program untuk memajukan usahanya.
''Alhamdulillah, tadi dari monitorig yang dilakukan, seluruh kelompok masih aktif dalam mengembangkan usaha pengolahan pangan lokal. Hanya saja memang masih dibutuhkan semangat yang lebih kuat lagi untuk menghasilkan pangan lokal yang memiliki kekhasan,'' ungkap Zulmaniah.
Dia juga menjelaskan, bahwa ke depan, DKP berharap, untuk kebutuhan kue dan makanan olahan dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas bisa menggunakan hasil olahan dari para kampung pangan yang ada.
''Karena itu, sembari melakukan monitoring, kita juga menyasar pangan olahan khas apa yang bisa dijadikan 'jagoan' di tiap kampung pangan. Dengan tujuan ke depannya, kalau kita perlu, maka kita tidak memesan kue dari tempat lain, tapi dari kampung pangan yang kita bina ini,'' papar Zulmaniah.
Karena itulah, Zulmaniah mengharapkan para kampugn pangan yang ada untuk bisa menghasilkan kreasi-kreasi dan inovasi yang berbeda sehingga bisa menarik ketika ada pemesanan.
Para kaum ibu kampung pangan yang menerima kedatangan rombongan DKP mengaku senang dan bersemangat mendapatkan pembinaan ini.
''Mengingat peralatan yang diberikan termasuk yang terbaik dan terbaru dan untuk kapasitas yang lebih besar, kita berharap ada pelatihan lanjutan, misalnya karena disini ada oven besar, kita ingin membuat roti, makanya kalau bisa ada pelatihan untuk membuat roti ini,'' ungkap pengurus Kampung Pangan Sukaramai.
Sementara di Kampung Pangan Rejosari, Marpoyan Damai, pengurus menyajikan pangan olahan dan kue hasil kreasi sendiri yang bukan saja enak dilidah, namun juga khas, karena hanya bisa dipesan di tempat ini.
Adapun di Kampung Pangan Sukamaju, pengelola mehadirkan kreativitas berbeda, yakni berupa pisang frozen yang saat ini, pasarya juga sudah mulai berkembang.
''Ke depan, kita rencanakan mengembangkan untuk jenis kue dan roti juga. Sudah kita musyawarahkan sesama anggota, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah mulai dikerjakan,'' ungkap ibu Emi, ketua kampung pangan Sukamaju.(R04)
Listrik Indonesia

