Upaya Yayasan Mahratu dan LKD Pekanbaru Bersatu Lestarikan Songket

Upaya Yayasan Mahratu dan LKD Pekanbaru Bersatu Lestarikan Songket
Hj Evi Meiroza dan jajaran Dispusip Pekanbaru saat penyerahan dokumen.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kota Pekanbaru memiliki sejarah dan nilai-nilai kebudayaan yang nilainya tak terhingga yang keberadaannya perlu tetap ada dan terpeliharan dan terjaga sebagai warisan untuk masa depan.

Salah satu dari  bukti prestasi dan sejarah kebudayaan yang ada tersebut adalah dalam bentuk wastra berupa tenunan dan songket khas Kota Pekanbaru yang sudah dikenal banyak khalayak, khususnya di Provinsi Riau.

Yayasan Mahratu Anjungan Puan Sri Julang Songket Kota Pekanbaru yang dikelola oleh Hj Evi Meiroza  adalah sallah satu penghasil karya-karya yang sarat dengan nilai-nilai sosial budaya itu.

Penanadatanganan naskah oleh Kadispusip Pekanbaru Hj Erna Juita dan Hj Evi Meiroza.

Karya-karya yang dihasilkan berasal dari kreativitas budaya yang berlangsung dari masa ke masa hingga kemudian  menjadi kumpulan dari karta.

Dalam rangka menjaga, melestarikan, secara resmi Yayasan Mahratu Anjungan Puan Sri Julang Songket menyerahkan koleksi arsip tenunan songket kepada Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kota Pekanbaru. Penyerahan dilakukan langsung oleh Evi Meiroza Puan Sri Julang Songket Negeri kepada Kepala LKD Kota Pekanbaru, Hj. Erna Juita, SH., M.Si.

“Penyerahan arsip ini merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan warisan budaya tenunan songket. Kami berharap dengan diserahkannya arsip ini, nilai sejarah dan budaya tenunan songket dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkap Erna yang juga merupakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru.

Hj Evi Meiroza memperlihatkan karya-karya Yayasan Mahratu Anjungan Puan Sri Julang Songket.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengapresiasi penyerahan arsip tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Yayasan Mahratu Anjungan Puan Sri Julang Songket Kota Pekanbaru. Arsip tenunan songket ini merupakan aset berharga bagi Kota Pekanbaru. Kami akan menyimpan dan merawat arsip ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Ketua Yayasan Mahratu Puan Julang Songket  Hj Evi Meoroza dan Kadispusip Pekanbaru Hj Erna Juita.

Arsip tenunan songket yang diterima LKD Kota Pekanbaru akan didigitalisasi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap informasi tentang tenunan songket, serta mendorong minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan warisan budaya ini.

“Kedepan penelitian dan pengembangan tenunan songket di Kota Pekanbaru dapat semakin maju. Selain itu, arsip ini juga dapat menjadi referensi bagi para perajin tenunan songket untuk menciptakan karya-karya baru yang bernilai seni tinggi,” tutupnya.

Hj. Evi Meiroza Puan Sri Julang Songket Negeri, selaku pimpinan Yayasan Mahratu Anjungan Puan Sri Julang Songket Kota Pekanbaru, menyambut baik upaya pelestarian arsip songket ini.

“Diharapkan akan semakin banyak pihak yang tertarik untuk mempelajari dan melestarikan warisan budaya Indonesia, khususnya Pekanbaru. Momentum ini kedepannya juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan industri kreatif berbasis budaya, seperti membuka pelatihan menenun songket, menyelenggarakan festival songket, atau mengembangkan produk turunan dari songket,” jelasnya.

Hj. Evi Meiroza saat menunjukkan koleksi motif songket khas Pekanbaru yang sudah dihasilkan oleh Yayasan Mahratu.

Hj. Evi Meiroza yang juga merupakan istri dari mantan Wali Kota Pekanbaru H. Herman Abdullah semenjak muda sudah aktif dalam mendedikasikan dirinya dalam melestarikan nilai-nilai budaya lewat kreasi tenun dan kerajinan khas Kota Pekanbaru.

Salah satu karya Hj Evi Meiroza  tersebut diabadikan dalam banyak kreasi songket khas kota Pekanbaru yang sampai saat ini masih terus secara aktif dia kreasikan.

Sebagian besar dari karya-karya itu menjadi karya  yang tidak lekang oleh waktu dan masih bisa terus didapatkan oleh masyarakat Kota Pekanbaru dan luar Pekanbaru di  pusat kreativitas Hj Evi Meiroza, termasuk toko oleh-oleh khas Pekanbaru yang didirikannya semenjak berpuluh tahun lalu.

Karya-karta kreatif songket yang sebagian telah diarsipkan ini juga banyak digunakan oleh pejabat daerah maupun tokoh masyarakat Riau karena keindahan dan orisinalitas idenya.

Sebagai bentuk dari dedikasi terhadap perjuangannya dalam mempertahankan kreasi songket kas Kota Pekanbaru, Pemko Pekanbaru juga mendirikan tugu songket Pekanbaru yang saat ini bisa disaksikan di bundaran Songket Jalan Arengka II Pekanbaru.(adv)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional