Monitoring Dua Kampung Pangan, Ada Cocote di Bambu Kuning dan Olahan Pepaya di Tangkerang Timur

Monitoring Dua Kampung Pangan, Ada Cocote di Bambu Kuning dan Olahan Pepaya di Tangkerang Timur
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Pekanbaru Dinal Husna dan Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda, Purwati foto bersama ibu-ibu Kampung Pangan Bambu Kuning, Jumat 11/10/2024).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru kembali melakukan monitoring terhadap dua Kelompok Kampung Pangan Lokal penerima program penyediaan sarana pengolahan pangan tahun 2024, Jumat (11/10/2024).

Ada dua kelompok kampung pangan yang dilakukan peninjauan, masing-masing Kampung Pangan Bambu Kuning di Kecamatan Tenayan Raya serta Kampung Pangan Tangkerang Timur Kecamatan Bukitraya.

Monitoring dipimpin Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Pekanbaru Dinal Husna beserta sejumlah staf.

Dalam kesemptan monitoring, Dinal mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kemanfaatan dari peralatan pengolah pangan yang telah diberikan kepada para kelompok kampung pangan.

Dengan peralatan yang diberikan, berupa oven, mixer, blender, kompor dan juga aneka sarana lainnya, Pemko berkeinginan para usaha bisa naik kelas, dan bisa terus meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan usaha.

DKP, jelas Dinal, berharap peralatan yang diberikan akan mampu menunjang kemajuan usaha, meningkatkan ptoduktivitas dan tentunya sesuai salah satu tujuan awalnya, bisa menghasilkan panganan lokal khas kota Pekanbaru yang bisa bersaing.

Dinal mengajak para pelaku kampung pangan lokal ini tetap menjaga kekompakan, semangat dalam berusaha.

''Memang tidak ada yang mudah, tapi kami yakin dari kampung pangan ini nantinya ada yang bisa tumbuh,''ungkap dia.

Sepanjang tahun 2024 ini, DKP Pekanbaru mengalokasikan bantuan sarana pengolahan pangan kepada 8 kelompok kampung pangan.

Adapun di Kelurahan Bambun Kuning, kaum ibu UMKM pengolah pangan menyampaikan sampaisaat ini, mereka masih terus berinovasi untuk bisa menghasilkan produk unggulan.

Salah satunya adalah 'Cocote', yakni produk tempe yang dibaluri dengan coklat yang dikemas secara menarik oleh kaum ibu.

''Cocote ini dijual Rp25.000 per kantongnya. Kita inovasi karena tempe ini kan makanan sehat dan coklat makanan yang digemari anak-anak muda,'' ungkap pengelola Kampung Pangan Bambu Kuning.

Dinal yang saat itu juga didampingi Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda, Purwati mengapresiasi produk olahan yang dibuat oleh kelompok kampung pangan ini. Apalagi sebut Dinal, tingkat konsumsi kacang-kacangan di Kota Pekanbaru masih relatif rendah.

''Dengan inovasi pangan berbahan baku kacang-kacangan, seperti kedelai diharapkan ini akan bisa meningkatkan skor PPH Kota Pekanbaru,'' ungkap dia.

Sementara di Kelurahan Tangkerang Timur, kaum ibu di kampung pangan ini  terus berkreasi lewat olahan pangan berbahan baku pisang dan buah pepaya. ''Kita masih terus berusaha untuk mengolah keripik pepaya yang rasanya mirip dengan kentang dan ubi,''ungkap pengelola kepompok.(R04)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional