Harga Komoditas Pangan Strategis Hari Ini, Cabai Medan Turun, Ayam Naik
PEKANBARU (RIAUSKYCOM)- Harga komoditas pangan strategis di sejumlah pasar tradisional di dalam Kota Pekanbaru pada hari ini, Senin (21/10/2024) masih berfluktuasi.
Pada beberapa komoditas ada yang mengalami penurunan. Namun, pada beberapa jenis lainnya mengalami kenaikan.
Dilansir dari data harga rata-rata pangan pokok strategis yang diterbitkan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Senin (21/10/2024) pagi ini, harga masih relatif stabil.
Namun begitu, pada beberapa komoditas ada yang mengalami kenaikan, salah satunya adalah harga cabai rawit yang melonjak tajam dari Rp42.000 per kilogram pada akhir pekan kemarin, pada hari ini langsung melonjak menjadi Rp46.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas daging ayam, dimana pada hari ini harga kembali naik menjadi Rp29.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 dari sehari sebelumnya yang masih berkisar pada Rp28.000 per kilogram.
Adapun harga komoditas yang mengalami penurunan, di antaranya adalah cabai merah medan, dimana pada hari ini tercatat seharga Rp36.000 per kilogram, atau turun Rp2.000 dari harga akhir pekan lalu yang masih berkisar Rp38.000 per kilogram.
Harga bawang merah juga masih mengalami penurunan dari Rp32.000 per kilogram pada hari ini berkisar Rp30.000 per kilogram.
Harga telur ayam juga mengalami penurunan tipis, dari sehari sebelumnya Rp49.000 per papan menjadi Rp48.500 per papan.
Sebenarnya, pada beberapa komoditas pangan strategis lainnya, harga juga relatif masih lebih murah dibandingkan hari-hari normal.
Misalkan saja, harga cabai merah bukit dimana saat ini dijual Rp45.000 per kilogram.
Harga ini relatif lebih murah dibandingkan harga kenormalan cabai merah bukit yang berkisar Rp55.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Adapun untuk harga komoditas lainnya, seperti gula pasir, minyak goreng, beras premium stabil, sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Pemantauan harga komoditas pangan strategis ini, dijelaskan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco dilakukan di empat pasar di Kota Pekanbaru, yakni Pasar Dupa, Pasar Cik Puan, Pasar Sukaramai dan Pasar Pagi Arengka.
Sebagaimana diketahui, Pekanbaru dalam beberapa bulan terakhir masih mengalami deflasi secara ekonomi.
Walaupun harga komoditas pangan relatif murah saat ini, namun, daya beli masyarakat terhadap komoditas panan masih relatif rendah.
Dan situasi ini menyebabkan pemerintah terus melakukan inovasi dan mencarikan solusi untuk bisa membangkitkan kondisi perekonomian lewat peningkatan daya beli masyarakat.(R04)
Listrik Indonesia

