DKP Pekanbaru- FISIP Universitas Riau MoU Program Penguatan Ketahanan Pangan

DKP Pekanbaru- FISIP Universitas Riau MoU Program Penguatan Ketahanan Pangan
Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco bersama Wakil Dekan I FISIP Unri Dr Auradian Marta selepas menandatangani MoU, Jumat (01/11/2024).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melakukan penandatanganan kesepahaman (memorandum of understanding) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Jumat (01/11/2024).

Kesepahaman yang ditandatangani berkaitan dengan upaya penguatan ketahanan pangan dan penanganan wilayah rentan rawan pangan di Kota Pekanbaru.

Penandatanganan dilakukan Kepala DKP Pekanbaru H.Maisisco serta Dekan FISIP Universitas Riau diwakili Wakil Dekan I, Dr Auradian Marta bersamaan dengan momen Opening Ceremony Milad Ke-45  Hubungan Internasional FISIP Unri yang dilaksanakan di Auditorium Sutan Balia, Bina Widya Panam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru H. Maisisco pada kesempatan menjadi pembicara pada acara bertajuk ''The Future of Earth is Our Responsibility:Action of The Youth to Reduce Global Warming'' mengungkapkan, Kampus memegang peranan yang besar dalam mendukung kemajuan bangsa.

Dan salah satunya dapat diwujudkan dalam keikutsertaan membantu memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat terhadap pangan dan keselarasannya.

Dijelaskan H. Maisisco, Pekanbaru bukanlah daerah produksi pangan.Petani di Kota Pekanbaru baru mampu memenuhi sekitar 23 persen dari kebutuhan pangan masyarakat. Karena itulah, Pekanbaru sangat tergantung dari produksi yang diatangkan dari daerah-daerah sekitar, baik kabupaten dan kota, maupun propinsi tetangga.

Hanya saja, sebut H. Maisisco, saat ini, Pekanbaru masih termasuk salah satu dari tiga daerah di Indonesia dengan produksi limbah pangan terbesar di Indonesia.

Secara total, sebut Maisisco, 40 persen dari sampah yang diproduksi setiap harinya, berasal dari sisa makanan yang terbuang dan tidak dikonsumsi.

''Situasi ini tentunya tidak sejalan dengan angka kebutuhan pangan di Kota Pekanbaru yang baru mampu dipenuhi sebesar 23 persen. Artinya ada praktik yang salah dalam keseharian. Untuk itulah, dibutuhkan peran serta dari masyarakat kampus dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat,'' kata H. Maisisco.

Dia menjelaskan perihal bank pangan yang dikelola kerja sama antara Baznas Provinsi Riau, Pemprov RIau maupun DKP Pekanbaru yang saat ini sedang bersinergi dengan kelompok strategis, pelaku usaha hotel, restoran juga katering untuk bisa mengumpulkan pangan yang tidak terkonsumsi sehingga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat yang tinggal di daerah rentan rawan pangan atau yang memerlukan.

''Tak perlu harus menunggu banyak. Kalau saja dari satu hotel saja menyisakan sebanyak 100 paket makanan yang tidak terkonsumsi, atau sisa, artinya ada 200 masyarakat dengan kategori memerlukan yang bisa mendapatkan bantuan ini. Bagaimana kalau jumlahnya lebih besar?'' kata Maisisco.

Untuk itulah, dia mengajak mahasiswa di FISIP Universitas Riau untuk bersama-sama bersinergi mendukung upaya stop boros pangan dengan mengajak sebanyak mungkin pihak untuk terlibat dalam upaya-upaya ini.

Sementara itu, Wakil Dekan FISIP Universitas Riau, Dr Auradian Marta mengapresiasi kerja sama yang dilaksanakan dalam upaya melakukan penguatan ketahanan pangan bersama DKP Pekanbaru.

Auradian juga menjelaskan, FISIP Universitas Riau sangat mendukung isu yang dibawakan bersempena HUT Hubungan Internasional ke-45 dengan tema penyelamatan lingkungan dan global warming.

FISIP Unri menjadi salah satu yang terdepan dalam upaya penyelamatan lingkungan, termasuk dengan memerangi sampah dan memelihara kebersihan lingkungan.

Dia juga memuji kerja sama yang digagas Jurusan Hubungan Internasionl dengan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dalam upaya membangun ketahanan pangan khususnya di Kot Pekanbaru yang merupakan salah satu dari perwujudan tri darma perguruan tinggi.

Ikut hadir pada kgiatan ini Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan  Dinal Husna, Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Jasrul juga sejumlah analis. (*)
 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional