Kepala DKP Pekanbaru Eskpose Kondisi Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru di BPK Perwakilan Riau

Kepala DKP Pekanbaru Eskpose Kondisi Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru di BPK Perwakilan Riau

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, H. Maisisco dan jajaran melakukan ekspose  terkait kondisi ketahanan pangan di Kota Pekanbaru di Badan pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Wilayah Riau, Selasa (29/4/2025).

Ekspose dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan dan Kuat Mempertahankan IKP yang dilaksanakan di Kantor BPK RI perwakilan Provinsi Riau di Pekanbaru.

Selain Kepala DKP Pekanbaru, tampak juga melakukan ekspose Kepala Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Riau M Job Kurniawan juga Kepala DKP Kampar Muhammad dipimpi oleh FGD ini sendiri dipimpin langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Riau Binsar Karyanto dan jajaran.

Kepala DKP Pekanbaru, H. Maisisco dalam penjelasannya mengungkapkan, penyelenggaraan pangan merupakan urusan Wajib tidak terkait Pelayanan Dasar. Itu sesuai dengan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Itu juga dikuatkan dengan Permendagri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Laporan Dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Urusan Pangan merupakan Indikator Kinerja Kunci untuk Evaluasi Kinerja.

Dalam penyelenggaraan Ketahanan pangan di Kota Pekanbaru, Maisisco menjelaskan, ada beberapa kondisi yang  menjadi tantangan bagi pemerintah, di antaranya adalah, angka petumbuhan jumlah penduduk dan sebarannya.

Selain itu, Pemko pekanbaru juga dihadapkan dengan terbatasnya luas lahan pertanian yang disebabkan aktivitas konversi fungsi lahan dari pertanian kepada permukiman, perkantoran dan industri dan fluktuasi harga pangan termasuk tingginya perilaku boros pangan.

Disamping itu, dia juga menjelaskan perihal rendahnya angka diversifikasi konsumsi pangan yang disebabkan tingginya angka ketergantungan terhadap beras yang menyebabkan skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Pekanbaru masih relatif rendah, yakni berkisar 82,66 persen dari ideal 100 persen pada tahun 2024.

Berkaitan dengan situasi tersebut, Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco menguraikan beberapa strategi dan upaya yang dilakukan, di antaranya dengan melakukan pemetaan terhadap wilayah rentan rawan pangan.

Dia memaparkan, pada tahun 2022, Pekanbaru mencatatkan ada sebanyak 22 kelurahan dalam status rentan rawan pangan.

Secara bertahap, kondisi tersebut ditangani hingga pada tahun 2024, tercatat hanya ada 2 kelurahan dalam kondisi rentan rawan pangan.

Perbaikan situasi ini dilakukan tidak hanya melibatkan kebijakan yang ada di DKP, namun juga melibatkan stake holder lainnya seperti Dinas PUPR, Sosial, Dinas Perthubungan, Dinas Kesehatan. Karena indeks perbaikan tehadap kerentanan ini tak hanya berkaitan dengan tersedianya sarana pangan saja, namun juga berkaitan dengan ketersediaan sarana air bersih, kesehatan, rasio angka kemiskinan, infrastruktur jalan dan kelistrikan dan beberapa indikator lainnya.

Pemko Pekanbaru pun terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dengan tetap mengendalikan inflasi daerah.

Pada tahun 2024, tercatat laju inflasi Pekanbaru sebesar 1,24 persen, atau masih di bawah target pemerintah yakni 2,5 plus minus 1.

Namun, situasi tersebut, dijelaskan Maisisco terdampak oleh kondisi deflasi yang berlangsung di banyak daerah di Indonesia yang berlangsung hampir 5 bulan berturut-turut.

Sementara itu, untuk upaya penanganan kerawanan pangan, DKP juga melaksanakan beberapa langkah, di antaranya, meningkatkan ketersediaan pangan, meningkatkan akses terhadap pangan dan meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang dilakukan dengan pemberian bantuan sarana produksi, bantuan pangan pada penduduk rentantermasuk dengan mensosialisasikan gerakan stop boros dan selamatkan pangan.

Sementara untuk kemandirian pangan, DKP melakukan pengembangan lahan komunitas di  Sicantig, melaksanakan pelatihan dan penyerahan bantuan alat pengolah pangan.

Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan pangan, DKP melaksanakan  beberapa langkah seperti menghadirkan Kios Pangan Puan berseri, pemantauan harga pangan secara rutin, melaksanakan Gerakan pangan Murah bekerja sama dengan multi stake holder, menghadirkan mobil pangan keliling Pak AMAN.

Pada kesempatan tersebut, Kepala DKP Pekanbaru juga menjelaskan perihal langkah yang dilakukan untuk pencapaian target konsumsi pangan per kapita untuk mencapai angka ketercukupan gizi juga langkah pengawasan terhadap pangan segar.(*)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional