Di Bawah Inhil dan Dumai, Pekanbaru Alami Inflasi 1,37 Persen Sepanjang April

Di Bawah Inhil dan Dumai, Pekanbaru Alami Inflasi 1,37 Persen Sepanjang April

Pekanbaru Alami Inflasi 1,37 Persen Sepanjang April

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 1,37 persen mounth on mounth (m-to-m) pada periode April 2025.

Sementara secara year on year, Kota Pekanbaru mengalami inflasi 2,22 persen.

Angka inflasi Kota Pekanbaru ini lebih rendah dibandingkan Tembilahan yang mengalami inflasi year on year sebesar 3,40 persen dan mounth to mounth 3,26 serta Kota Dumai yang mengalami inflasi 2,57 persen (yoy) dan 1,39 persen (m-to-m).

Angka inflasi tersebut diumumkan dalam Rilis inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin Staf Ahli Wali Kota Mahyuddin juga dihadiri Kepala BPS Pekanbaru Khairunnas.

Dari data yang dirilis BPS, diketahui, penyumbang utama inflasi di Kota Pekanbaru  pada mounth to mounth Maret ke april adalah bersumber dari kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga dengan nadil sebesar 0,69 persen.

Pada bulan maret, secara mounth to mounth, tarif listrik menjadi penyumbang deflasi berkat kebijakan pemerintah melakukan pemotongan biaya listrik sebesar 50 persen.

Selain itu, inflasi  disumbang kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil sebesar 0,84 persen untuk komoditas emas perhisan, cabai merah sebesar 0,72 persen serta nasi dan lauk sebesar 0,53 persen.

Sementara pada April 2025, mounth to mounth inflasi di Kota Pekanbaru disumbang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan besaran 1,31 persen atau lebih tinggi dibandingkan bluan yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya berkisar 1,03 persen

BPS juga merilis komoditas pangan yang menjadi penyumbang inflasi di antaranya adalah cabai merah, bawang merah, jeruk, udang basah, kelapa, jengkol, petai dan beberapa komoditas lainnya.

Cabai merah menyumbang inflasi hingga sebesar 0,33 persen, disusul bawang merah sebesar 0,07 persen.

Staf Ahli Wali Kota, Mahyuddin yang memimpin Rapat terus mengajak seluruh stake holder untuk bersama-sama mengendalikan inflasi dengan menekan potensi lonjakan harga pada komoidtas yang masih bisa diinternevensi pemerintah.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan lahan kosong  untuk digunakan menanam komoditas seperti cabai dan sayuran.

Mahyuddin juga mengajak para stake holder terkait untuk juga tetap memantau harga beberapa komoditas yang masih fluktuatif seperti cabai merah, bawang maupun kelapa.

Sementara itu, Kepala DInas Ketahanan Pangan Pekanbaru, H. Maisisco yang ikut hadir pada kegiatan ini mengungkapkan beberapa langkah yang dilakukan Pemerintah Kota dalam upaya  memastikan stabilitas harga pada sektor pangan.

Salah satunya, dijelaskan Maisisco adalah dengan meningkatkan peran dari program pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman pangan.

Dia juga menjelaskan upaya meningkatkan produktivitas tanaman pangan menjadi penting mengingat saat ini, kebutuhan untuk bahan pangan masih  tergolong tinggi di Riau.

Bahkan, dijelaskan H. Maisisco, untuk di wilayah Pekanbaru saja, dalam beberapa bulan ke depan segera berdiri dapur-dapur umum yang akan berperan sebagai penyuplai bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebuthan yang besar tersebut tentunya memerlukan suplai bahan pangan yang banyak. Akan sangat disayangkan kalau seluruh kebutuhan tersebut harus disuplai dari luar daerah. Dan itulah, yang disebutkan H. Maisisco terus digaungkan kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani untuk bisa dimanfaatkan.(R04)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional