Berkunjung ke Ladang Jagung Pipil Poktan Amara Jaya di Jalan Uka Pekanbaru, Kami Tergugah Karena Pak Prabowo...

Berkunjung ke Ladang Jagung Pipil Poktan Amara Jaya di Jalan Uka Pekanbaru, Kami  Tergugah Karena Pak Prabowo...

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Selama ini, sangat jarang petani di Kota Pekanbaru mau menanam jagung pipil. Akibatnya, untuk memenuhi pakan ternak, banyak peternak yang harus membeli atau mendatangkan dari daerah tetangga, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Permasalahannya, di daerah-daerah tetangga itu, kebutuhan akan jagung pipil kering juga banyak, sehingga, peternak di Pekanbaru, seperti peternak ayam, bebek, itik,  harus bersaing untuk mendapatkan pakan bagi ternaknya.

Begitu permintaan banyak, tentu saja, harga pakan pun melonjak. Konon lagi bila ternyata, musim panen telah berakhir, kemana lagi harus mencari pakan ternak?

Menjawab pertanyaan tersebut, sepertinya ke depan para peternak di Kota Pekanbaru tidak perlu lagi harus bersusah payah mencari solusi, karena, ternyata, ada kelompok tani di Kota Pekanbaru yang memang mulai memfokuskan usahanya untuk menanam jagung pipil ini.

Kelompok Tani Amara Jaya namanya. Mereka adalah kumpulan dari belasan petani yang memang memiliki concern untuk bercocok tanam dan menghasilkan kebutuhan pangan di Kota Pekanbaru.

Kelompok ini telah berkiprah di dunia pertanian Kota Pekanbaru sekitar 10 tahun lebih. Berbagai komoditas pangan pun telah banyak mereka hasilkan, dan mungkin sudah menjadi bagian yang kita konsumsi.

Sebut saja mereka sudah bertahun-tahun menjadi petani dan produsen semangka,  melon, cabai, terung, timun, jagung manis dan berbagai jenis lainnya.

Nah, saat ini, mereka sedang berusaha membuktikan kalau Pekanbaru juga bisa menghasilkan jagung pipil.

Ada tak kurang dari 18 hektare lahan yang saat ini mereka garap untuk menanam jagung pipil ini. Dan itu tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru.

Kami pun berkesempatan berkunjung di dua lokasi pertanian yang mereka kelola, yakni di Jalan Naga Sakti dan di Jalan Uka. Tentu saja, hasil yang  mereka tanam membelalakkan mata.

Hamparan lahan yang dukunya hanya semak belukar kosong, kini telah ditumbuhi tanaman jagung yang tingginya sudah hampir berkisar 2 meter. Bonggol buah pun sudah muncul dari batang-batang  berwarna hijau pekat tersebut.

''Insya Allah, bulan depan kami sudah bisa panen ini Pak,''ungkap Azis, koordinator petani Amara Jaya yang saat itu mendampingi Kepala DInas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H. Maisisco.

Melihat luasan hijau yang menghampar sejauh mata memandang, buah dengan bonggol yang sehat dan berukuran besar itu, Azis mengaku yakin kalau apa yang mereka tanam ini akan menjadi pembuktian kalau Pekanbaru bisa menghasilkan jagung pipil dengan kualitas terbaik.

''Kalau kami perkirakan, hasilnya bisa mencapai 20 ton per hektare, mudah-mudahan tercapai Pak,''ungkap Azis yang juga diamini oleh sejumlah petani lainnya yang bergabung di kelompok tani tersebut, seperti Yetno.

Sembari membuka kulit bonggol jagung, Azis menunjukkan bagaimana kualitas jagung yang akan dihasilkan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan, H. Maisisco.

''Cukup besar ini Pak, mudah-mudahan hasilnya bisa maksimal, karena masih ada waktu sebulan lagi,'' harap dia.

Azis menyebutkan, ladang jagung pipil yang mereka kelola ini adalah lahan pertanian yang dikelola secara mandiri.

''KIta tanam sendiri Pak, ini kemarin sebagian ada dibantu bibitnya dari salah satu produsen bibit. itu yang kita tanam. Untuk perawatannya, kita pakai biaya sendiri,''  kenang dia.

''Kalau campur tangan pemerintah sejuh ini belum ada Pak, padahal sebenarnya kita perlu,'' kata dia.

 

Azis mengungkapkan, ketika awal mereka berencana mengeksekusi penanaman jagung pipil ini, diperlukan traktor ataupun hand traktor. Hanya saja, memang untuk petani di Binawidya ini, memang belum ada bantuan alat, seperti Jondhere.

Akibatnya, saat memulai, mereka  harus menyewa alat berat untuk membuka lahan pertanian ini. Menyewa alat itu, jelas dia tentu menambah biaya produksi.

''Untuk lahan kita sewa, untuk mengolah tanah juga sewa alat, belum lagi untuk pemeliharaan. Itulah, mengapa kami berharap mendapat bantuan pemerintah Kota Pekanbaru supaya bisa mendapatkan bantuan hand traktor atau alat pengolah tanah. Mudah-mudahan dengan datangnya Pak Kepala Dinas, aspirasi kita didengarkan Pemerintah Kota Pekanbaru,'' harap dia.

Selain itu, untuk panen pun mereka masih butuh alat pipil jagung. ''Ini kan masih baru pak yang seluas ini. Kalau cuma se hektare kami bisalah secara  manual. Tapi kalau sebanyak ini, tentu kami perlu alat supaya bisa lebih cepat. Kami minta dibantu alat pipil jagung ini Pak, supaya kerjanya cepat,'' kata dia.


Tanam Jagung Pipil Karena Tergugah Pak Presiden Prabowo

Riausky mencoba menanyakan perihal alasan mengapa mereka memilik menanam jagung pipil yang notabene hanyalah pakan untuk ternak.

Azis menjelaskan kalau pilihan tersebut karena terinspirasi dari arahan Presiden pabowo Subianto untuk menanam, khususnya untuk bisa menciptakan swasembada pakan ternak.

''Yah, ini kami terinspirasi karena Pak Prabowo selalu menggelorakan semangat swasembada pangan, termasuk untuk pakan ternak. Kebetulan, kami melihat tanah yang kami garap memungkinkan untuk jagung pipil, dan Alhamdulillah, kini kita tinggal menunggu masa panen saja,'' ungkap Azis.

Dia berharap sampai masa panen nanti tidak ada kendala.

''Kalau hama, sejauh ini, kami beryukur,  jagung pipil ini lebih tahan dibandingkan jagung manis,  hamanya juga  tidak banyak. Mudah-mudahan sampai panen anti bisa aman,'' harap dia.

Namun begitu, Azis dan rekan-rekannya sesama petani mengaku kalau masih ada hal yang mereka pikirkan, yakni pasca panen.

''Ini kalau kita panen, kan lumayan besar, bisa sampai 200 hingga 300 ton. Kami masih bingung, mau dijual kemana. Kami berharap Pak Prabowo, bantu kami. Kami ini sudah tanam. Kami sudah lakukan apa yang bapak inginkan dari petani kita. Bantu kami untuk peralatan, bantu juga kami untuk pemasarannya,'' harap dia.

Dia pun memastikan, bila ternyata hasil dari penanaman jagung pipil ini cukup baik, maka mereka akan terus melanjutkan untuk menanam jagung jenis ini di lahan yang ada.

Baik di sini, lanjut dia, tentunya berkaitan dengan poduksi tinggi dan menguntungkan secara usaha dan pasarnya juga jelas.

''Kalau memang menguntungkan, dan sarananya memadai, kenapa tidak kami menanam jagung pipil ini kembali. selaku petani, buat kami tentu yng terbaik dan memberi manfaat untuk masyarakat banyak juga,'' tutup dia.

Kepala DKP Pekanbaru, H Maisisco sendiri beberapa waktu lalu telah melakukan fasilitasi dengan menghubungkan antara Kelompok Tani Amara Jaya dengan Perum Bulog.

''Sudah, kita sudah bertemu, pada prinsipnya Bulog siap mendukung petani. Namun, sebelum itu  kita akan bawa Bulog ke lapangan,'' kata dia.(***)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional