Dapur SPPG Lanud Roesmin Nurjadin Resmi Beroperasi

Dapur SPPG  Lanud Roesmin Nurjadin Resmi Beroperasi
Panglima Komando Operasi Udara I, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Muzafar disaksikan Komandan Lanud Rusmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco, Kadis Pertanian Perikanan Muhammad Firdaus meresmikan da

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  Dapur Sehat Anak Bangsa (DSAB) di lingkungan  Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, di Jalan Inpres, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Kamis (22/5/2025) sore  resmi beroperasi.

Peresmian beroperasinya dapur yang akan melayani penyediaan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dilakukan oleh Panglima Komando Operasi Udara I, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Muzafar  disaksikan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru  H. Maisisco,  Kadis Pertanian Perikanan Muhammad Firdaus juga Camat Marpoyan Damai Fauzan.

SPPG ini nantinya akan melayani tak kurang dari 3.500 siswa di sejumlah sekolah yang berada dalam radius 3 kilometer di sekitar lingkungan Lanud Rusmin Nurjadin.

Panglima Komando Operasi Udara I, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Muzafar  selepas melakukan penandatanganan prasasti peresmian sekaligus meninjau kondisi dapur  ini menyebutkan bahwa berdirinya SPPG ini merupakan bagian dari komitmen Lanud Roesmin Nurjadin dalam mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan salah satu prioritas program Presiden Prabowo Subianto.

Dikatakan dia, berdirinya dapur ini bukan hanya ditujukan untuk mendukung penyediaan makan bergizi bagi para siswa yang akan menjadi penerima manfaat, melainkan juga akan berkontribusi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, khususnya usaha kecil menegah di sekitar SPPG.

Dia juga mengaku sempat berdiskusi bersama Kepala Dinas Ketahanan pangan (DKP) Pekanbaru H. Maisisco terkait dengan upaya melibatkan para pelaku usaha UMKM dalam mendukung program MBG ini.

''Jadi tadi saya berbicara dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan bahwa nantinya dapur ini akan mengambil bahan baku dalam bentuk pangan lokal dari pelaku usaha yang ada di Kota Pekanbaru. Kalau ini terwujud, tentunya  akan membentuk sebuah ekosistem ekonomi, dimana bukan hanya SPPG saja yang tumbuh, namun juga ekonomi pelaku usaha lainnya ikut berputar, yang pada akhirnya akan membangun kesejahteraan msyarakat,'' ungkap Marsma Muzafar.

Dia juga berharap, dengan semakin banyak dapur SPPG, diharapkan akan mampu juga menyuplai lebih banyak lagi  makanan bergizi  bagi anak-anak yang akan menerima manfaat.

''Bagi pemerintah tentunya dengan pelaksanaan program ini, diharapkan akan meningkatkan asupan gizi bagi para murid dan akan menunjang pada masa depan yang lebih gemilang lagi. Kitta harapkan juga dengan ini, tidak akan ada lagi anak Indonesia,  khususnya di Riau yang berisiko terkena stunting dan sebagainya.

Hal tersebut juga diungkapkan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Abdul Haris. menyebutkan, berdirinya SPPG ini merupakan bentuk dari kerjasama dan sinergi yang dilakukan antara pemerintah Kota Pekanbaru, Lanud Rusmin Nurjadin, pelaku usaha, UMKM maupun masyarakat di sekitar Lanud Roesmin Nurjadin dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program makan bergizi.

''Dengan diresmikannya dapur SPPG ini, diharapkan akan bisa menjadi awal yang gemilang dalam mendukung mencetak generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia, menuju Indonesia Emas 2045,'' kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H. Maisisco mengungkapkan bahwa Pemko Pekanbaru  memiliki komitmen yang kuat dalam  mendukung program MBG di Kota Pekanbaru.

Salah satunya  dalam waktu  dekat   Pemko Pekanbaru akan  membangun dapur SPPG di sejumlah lahan milik Pemko Pekanbaru.

''Kami sudah diarahkan Bapak Wali Kota  untuk mendukung program MBG. Salah satu bentuknya, Pemko sudah merencanakan akan membangun 3 SPPG di lahan milik Pemko Pekanbaru, '' kata dia.

Maisisco yang ikut bersama Panglima Komando Operasi Udara I, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Muzafar  juga  Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris dalam meninjau kondisi lingkungan dan proses penyediaan bahan baku SPPG mengaku kalau SPPG yang dibangun di Jalan Inpres, Marpoyan Damai ini  adalah yang terbaik dari peninjauan yang pernah dia lakukan.

''Saya itu hadir dalam setiap peresmian SPPG baru. Dan menurut saya  SPPG di Jalan Inpres ini adalah yang terbaik dari yang ada di Kota Pekanbaru. Saya sudah lihat proses mereka bekerja, kondisi tempat, sarana prasarana pendukung lainnya,'' kata dia.

Misalnya saja, kata Maisisco dalam penyediaan sarana memasak nasi, mereka sudah menggunakan lemari  yang sudah mekanis, masak dan penyimpanan yang besar. Begitu juga sarana memasak dan tempat penyimpanan yang higienis.

Selain itu, jelas H. Maisisco, dia juga melihat bagaimana pola penerapan kebersihan lingkungan, maupun pengolahan sarana limbah.

''Jadi mereka sudah memiliki sarana IPAL yang bagus. Tadi saya lihat, proses pengolahan sisa makanan yang akan dibuang. Dimana dalam proses akhir pengolahan sampahnya  bentuknya sudah berupa limbah cair dan ampas,'' jelas Maisisco.

Maisisco juga menjelaskan, bahwa dalam beberapa waktu ke depan, jumlah dapur SPPG ini akan terus  bertambah di Kota Pekanbaru. Karena, kebijakannya jelas, bahwa dalam radius 3 kilometer harus ada dapur yang melayani MBG ini. Dan di Pekanbaru, hingga periode akhir Mei ini setidaknya akan ada sekitar beberapa SPPG yang beroperasi.

Dan ini, menurut Maisisco akan menjadi peluang bagi masyarakat, koperasi, pelaku usaha UMKM untuk mendukung program makan bergizi.

''Peluang itu masih sangat besar untuk terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Karena itulah, mari bersinergi, berkolaborasi,'' ajak dia.

Salah satu yang menjadi harapan dari DKP adalah bagaimana supaya komoditas pangan lokal yang diproduksi oleh masyarakat, maupun petani di Peknbaru bisa terserap dalam pelaksanaan kegiatan MBG.

''Ya, kami terus menggerakkan para petani untuk menanam sayuan, beternak, membudidayakan ikan air tawar, dan itu semua ada di Kota Pekanbaru. Karena semuanya ada, tentu kita berharap produksi pangan lokal itu diserap. Kalau masih ada pangan lokal, kenapa kita harus mendatangkan dari luar Pekanbaru? Sementara bila pangan lokal di Pekanbaru terserap, tentu akan membangkitkan motivasi petani, peternak dan masyarakat dalam berusaha, yang akhirnya akan membangkitkan ekonomi di Kota Pekanbaru,'' ungkap dia.

''Kami secara berkala akan terus berkoordinasi dengan seluruh dapur SPPG ini, dan kita terus ajak mereka memberikan ruang seluas-luasnya untuk pemanfaatan pangan lokal ini. Pekanbaru punya sayuran, buah, ikan nila, lele, patin, ayam dan aneka lainnya yang siap untuk mendukung kebutuhan setiap dapur SPPG yang ada,'' tutup dia.(R04)
 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional