Harimau Serang Pekerja HTI di Pulau Muda, Korban Ditemukan Tewas Luka-luka Diseret Sejauh 100 Meter

Harimau Serang Pekerja HTI di Pulau Muda, Korban Ditemukan Tewas Luka-luka Diseret Sejauh 100 Meter

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Konflik manusia dan harimau sumatera kembali terjadi di Provinsi Riau.

Seorang pekerja perusahaan yang bergerak di Hutan Tanaman Industri (HTI), Hadito ditemukan tewas dengan kondisi luka-luka parah pada bagian leher dan punggung bagian kanan pada Selasa (24/6/2025) malam.

Dari bekas luka yang ditemukan di tubuh korban, Hadirto (23),  diduga dia menjadi korban serangan mematikan dari harimau sumatera.

Kepada media, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono membenarkan laporan peritiwa mengenaskan tersebut.

Dikatakan dia, serangan harimau sumatera tersebut terjadi di areal konsesi Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di wilayah Pulau Muda, masih di kawasan blok Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Info yang diterima, ihwal serangan harimau sumatera terhadap pekerja HTI ini bermula dari informasi rekan korban, Firmansyah yang mengaku mendengar teriakan korban Hadito (23) yang saat itu sedang keluar dari camp apung tempat mereka beristirahat untuk buang air.

Jaraknya hanya berkisar 15 meter dari lokasi camp.

Dengan menggunakan senter, dia segera mencari asal suara yang diketahui adalah temannya Hadito. Namun dia tak menemukan rekannya tersebut.

Saat mengarahkan ke arah bangunan petak ukur, disana dia melihat cahaya mata dari makhluk diduga harimau.

Mengetahui itu, dia pun melaporkan hal tersebut kepada koordinator camp dan segera dilakukan pencarian bersama sejumlah rekan pekerja lainnya.

Awalnya, hanya berjarak beberapa meter dari lokasi awal, ditemukan celana dan HP korban.

Setelah dilakukan pencarian lebih jauh, akhirnya tubuh korban ditemukan terlungkup sudah tidak bernyawa dengan luka-luka bekas gigitan  pada beberapa bagian.

Pasca penemuan itu, tubuh korban langsung dibawa ke klinik distrik dan selanjutnya dipindahkan ke Puskesmas Teluk Meranti.

Usai dilakukan visum, selanjutnya jasad korban dibawa ke rumah sakit di Pekanbaru.

BBKSDA sendiri pasca laporan konflik harimau dan pekerja HTI langsung menurunkan tim ke lapangan.

Dugaan sementara, memang diindikasikan serangan harimau. Tak hanya satu, BBKSDA memperkirakan ada dua individu harimau yang hidup di sekitar kawasan tersebut.

BBKSDA juga melakukan sosialisasi kepada para pekerja untuk mencegah potensi konflik dan meminta pekerja untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

BBKSDA juga mengimbau warga di sekitar kawasan tersebut untuk tidak melakukan perburuan terhadap satwa, khususnya jenis yang selama ini menjadi mata rantai makanan di kawasan tersebut seperti rusa dan babi.

Kawasan hutan di Pulau Muda sendiri merupakan salah satu habitat hidup harimau sumatera.

Tercatat di kawasan tersebut, sudah beberapa kali terjadi konflik satwa dengan manusia dan laporan tentang penampakan harimau sumatera.(R05)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional