KIT Masuk Prioritas Pengembangan Presiden Prabowo untuk Industi Kelapa

KIT Masuk Prioritas Pengembangan  Presiden Prabowo untuk Industi Kelapa
Pj. Sekda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kawasan Industri Tenayan (KIT) menjadi satu dari 18 program prioritas pengembangan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Kawasan industri ini, rencananya akan dikembangkan sebagai pusat industri pengolahan kepala di Indonesia Bagian Barat.

Itu disampaikan Pj. Sekda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin saat memberi arahan  di momen serta terima jabatan pejabat eselon III dan IV di aula utama Kantor Wali Kota Pekanbaru, Selasa (12/8/2025) siang.

''Kemarin Kawasan Industri Tenayan ini sudah masuk 1 dari 18 program prioritas Presiden Prabowo dan dipersiapkan untuk pengembangan kawasan industri kepala,'' ungkap Zulhelmi.

Jadi, lanjut dia, nantinya, dari kelapa ini, seluruh bagiannya akan dipersiapkan untuk kebutuhan ekspor.

''Mulai dari airnya, sabut, kepala, arang, semuanya bisa diolah untuk kebutuhan eksport,'' ungkap pria yang akrab disapa Ami ini.

Terkait itu juga, sebut dia, beberapa waktu yang lalu, Wali Kota juga sudah menerima beberapa investor yang berminat untuk berinvestasi di bidang pelabuhan.

Dengan dibukanya pelabuhan ini, lanjut dia, diharapkan KIT akan bisa segera terbuka.

Dan ini, lanjut dia setidaknya akan membuka tak kurang dari 22.000 lapangan pekerjaan. ''Dan KIT ini akan menjadi pusat industri kelapa di wilayah Indonesia Bagian Barat,'' kta dia.

Investor, sebut Ami, juga sudah mulai datang, di antaranya ada yang akan mengolah arang kelapa yang akan diolah menjadi breket yang akan akan diekspor ke wilayah China.

Karena itulah, sebut dia, dukungan dan kerja cepat dari semua jajaran agar proses percepatan ini bisa  terealisasi.

Bukan saja dari jajaran DPMPTSP, namun juga Dinas Tenaga Kerja maupun Dinas Pertanahan.

''Untuk Pak Junaidi, di Dinas Pertanahan, lahan-lahan kita (Pemko.red) yang ada di KIT agar sertifikatnya agar menjadi prioritas. Terkait juga dengan  lahan-lahan kita atau tanah kita yang sudah menjadi aset kita, tapi masih dikuasai orang lain. Bahkan, ada SHM yang terbit di atas tanah kita, agar diperhatikan,'' kata Ami.(R04)

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional