Dari SICANTIG, Kepala DKP Tinjau Pembuatan BBM Berbahan Baku Sampah

Dari SICANTIG, Kepala DKP Tinjau Pembuatan BBM Berbahan Baku Sampah

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Dari Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi (SICANTIG), Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru H Muhammad Jamil, Sekretaris Adrizal dan dan para kepala Bidang meninjau lokasi pembuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) berbahan baku sampah di Agrowisata, RUmbai Barat.

Lokasi pembuatan BBM berbahan baku sampah ini tepat berada beberapa ratus meter dari lokasi SICANTIG.

Kepala DKP Pekanbaru, H Muhammad Jamil mengungkapkan peninjauan ini juga dalam rangka mendukung salah satu dari pondasi utama Green City yang dicanangkan oleh Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho.

Dijelaskan Jamil, pengembangan teknologi dengan memanfaatkan energi terbarukan juga pengelolaan sampah dan limbah ebrasis penerapan 3R merupakan salah satu dari pondasi dari penerapan kebijakan yang ramah lingkungan di Kota Pekanbaru.

Pada kesempatan itu, Kepala DKP Muhammad Jamil berdiskusi bersama dengan tenaga pengelola pembuatan PETASOL (bahan bakar berbahan baku sampah plastik), Aldi dan Salah satu perwakilan kelompok masyarakat, Awaldi sekaligus melihat lebih dekat teknis pengolahan bayan bakar dengan bahan baku sampah plastik ini. 

Aldi menjelaskan, setiap harinya, untuk menghasilkan bahan bakar dalam berbagai jenis, pihaknya menggunakan sebanyak 100 kilogram sampah plastik yang telah dipilah.

Dari 100 kilogram sampah itu, sebanyak 85 liter bahan bakar jenis PETASOL yang setara Dexlite bisa dihasilkan.

Selain itu, juga bisa dihasilkan jenis minyak tanah dan beberapa lainnya.

Bahan bakar yang dihasilkan ini, dijelaskan dia, sudah diuji, bahkan oleh BRIN. Teknologi ramah lingkungan ini juga sudah digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bakar untuk pengoperasian alat pertanian bahkan kendaraan pribadi.

Pada kesempatan itu, Kepala DKP Muhammad Jamil yang juga sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balitbang Kota Pekanbaru ini juga meninjau satu persatu detail pengolahan sampah hingga menjadi bahan bakar. 

Dia pun mengapresiasi langkah yang telah dilakukan kelompok masyarakat di Agrowisata ini dalam memanfaatkan limbah terbuang menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Disebutkan H Awaldi, pengembangan sarana pengolahan sampah menjadi bahan bakar ini juga melibatkan masyarakat dalam proses pemilahan sampahnya.

Adapun sisanya, berupa sampah basah dibuang melalui mobil angkut sampah.(*) 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional