Perkuat Distribusi, Dinas Ketahanan Pangan Intenskan GPM dan PAK AMAN

Perkuat Distribusi, Dinas Ketahanan Pangan  Intenskan GPM dan PAK AMAN

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus memaksimalkan upaya distribusi dan keterjangkauan masyarakat terhadap akses pangan di wilayahnya.

Beberapa program akan dijadikan prioritas untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Pekanbaru. Di antaranya adalah mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan layanan mobil Pangan Keliling Andalan Murah dan Amanah (PAK AMAN).

Itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Dr. H.Muhammad Jamil dalam Dialog Interaktif Pekanbaru Pagi Ini yang dilaksanakan Radio Republik Indonesia Programa I Pekanbaru, Senin (1/9/2025).

Dijelaskan Jamil, memastikan kebutuhan pangan masyarakat di Kota Pekanbaru adalah merupakan fungsi utama dari Dinas Ketahanan Pangan. Karena itulah, program-program yang berkaitan dengan itu pun terus diintensifkan.

''Kita punya kegiatan GPM dan PAK AMAN, dan keduanya akan langsung menjangkau masyarakat. Bahkan untuk GPM, sesuai arahan Pak Wali Kota akan dilaksanakan hingga ke wilayah kelurahan,''ungkap Jamil.

Begitu pun dengan kegiatan PAK AMAN, intensitasnya juga akan ditingkatkan, sehingga benar-benar sampai ke tengah masyarakat.

Hanya saja, khusus untuk GPM, memang tidak serta merta bisa dilaksanakan setiap waktu. Karena, terkait dengan kebijakan pemerintah dalam menciptakan stabilisasi harga.

''Misalnya, ketika harga cabai, bawang, beras mengalami kenaikan, supaya tidak terjadi inflasi, dilakukan upaya intervensi oleh pemerintah, salah satunya melalui GPM ini,'' kata dia.

Beberapa hari lalu, sebut Jamil, Pemko Pekanbaru mlaksanakan GPM serentak di seluruh kecamatan se Kota Pekanbaru. Dan itu merupakan kebijakan pemerintah Republik Indonesia yang juga dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru yang tujuannya untuk stabilisasi harga komoditas pangan.

Sebenarnya, sebut Jamil, ada cukup banyak upaya yang telah dilaksanakan Pemko Pekanbaru melalui DKP untuk memastikan pangan ini bisa terjangkau ke tengah masyarakat, termasuk di antaranya adalah kehadiran Kios Puan Berseri di ut Nyak Dhien yang merupakan kios khusus penjualan pangan dengan harga yang lebih murah dan kualitas terbaik.

''Jadi kalau masyarakat memerlukan beras, minyak goreng, gula, bahkan sayuran, bisa langsung berbelanja di Kios Pangan Puan Berseri ini. Dan terus terang, saat ini, berbelanja di Kios Pangan ini palig disenangi kaum ibu, karena harganya memang lebih murah dari harga di luar,'' ungkap dia.

Namun, diakui Jamil, bahwa pelaksanaan program ini tidak hanya berjalan sendiri. DKP, juga didukung oleh kerja sama yang baik juga oleh para stake holder lainnya seperti Perum Bulog, Bank Indonesia dan para pihak lainnya menyukseskan program-program tersebut.

Sementara itu, terkait upaya mendukung kemandirian pangan, Muhammad Jamil juga menjelaskan kalau Pemko Pekanbaru melalui DKP juga membina kelompok wanita tani (KWT) melalui progam pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan lahan terlantar juga pekarangan, termasuk juga mendorong urban farming lewat budidaya hidroponik, yang semua itu sejauh ini juga turut menopang pada ketersediaan pangan di Kota Pekanbaru.

''Pekanbaru ini kan Kota besar, kita dihadapkan dengan kondisi ketersediaan lahan yang terbatas untuk usaha pertanian. Tapi upaya membangun kemandirian pangan tetap dilakukan dan itu mampu mensuplai sekitar 27 persen dari kebutuhan pangan. Memang masih jauh dari ketercukupan. Karena itulah, kita juga membuka akses kerja sama dengan daerah sekitar, baik kabupaten dan kota di Riau maupun di provinsi tetangga seperti Sumbar, Sumut, Aceh, untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tercukupi,'' kata dia.

''Alhamdulillah, sejauh ini, upaya tersebut cukup efektif untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat Kota Pekanbaru,'' ungkap Jamil.

Ikut menjadi narasumber dalam dialog interaktif tersebut Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru Trio Fitriagust yang pada kesempatan itu mengajak penyedia pangan untuk bersama-sama mendukung upaya tersedianya pangan di tengah masyarakat.

Kecenderungan fluktuasi harga pasti bisa terjadi kapan saja dan itu wajar. Namun, tidak bisa dinafikan pada momen tertentu ada yang mengambil momen secara berlebihan. Karena itu, dia mengajak supaya situasi tersebut disikapi dengan arif dan tidak berlebihan.

Sementara itu kepada masyarakat sebagai konsumen, Trio juga mengajak untuk berbelanja seperlunya dan tidak terjebak perilaku konsumtif yang berlebihan dalam membeli bahan kebutuhan pangan keluarga.

Bahkan, dia mengajak kaum ibu dan warga untuk membudayakan pemanfaatan lahan pekarangan di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan, sehingga, tidak semuanya harus dibeli.

Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, sebut dia, selama ini selalu berkolaborasi dan  terus memantau perkembangan harga pasar terhadap komoditas pangan. Dan itu adalah upaya yang dilakukan untuk memastikan langkah yang perlu diambil bila terjadi lonjakan.(R04)
 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional