Distankan Pekanbaru Gelar Pelatihan dan Penguatan Kelembagaan serta Permodalan Nelayan Perikanan Tangkap

Distankan Pekanbaru Gelar Pelatihan dan Penguatan Kelembagaan serta  Permodalan Nelayan Perikanan Tangkap

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru,menggelar Gelar Pelatihan Pengembangan dan Penguatan Kelembagaan serta  Permodalan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Perikanan Tangkap, Senin-selasa (29-30/9/2025).

Selain sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi antar sesama KUB nelayan perikanan tangkap, kegiatan ini juga dilaksanakan juga untuk memberikan pemahaman tentang peluang permodalan yang bisa diraih termasuk dalam upaya penguatan kelompok terhadap aktivitas nelayan perikanan tangkap.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H. Maisisco mengungkapkan potensi nelayan perikanan tangkap di Kota Pekanbaru relatif banyak. Khususnya mereka yang melakukan aktivitas nelayan di wilayah perairan seperti sungai, danau.

Di Pekanbaru, jelas Maisisco, jumlah pelaku usaha nelayann perikanan tangka  ini cukup banyak. Mereka umumnya adalah masyarakat yang beraktivitas di sekotr nelayan atau tangkap ikan di perairan khususnya di sungai.

Selama ini, nelayan-nelayan ini kan banyak beraktivitas mandiri, sementara, untuk bisa mendapatkan dukungan seperti permodalan, ada persyaratan minimal mereka adalah kelompok.

Nah, dari sanalah, sebut Maisisco mengapa Pelatihan Pengembangan dan Penguatan Kelembagaan serta  Permodalan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Perikanan Tangkap ini dilaksanakan.

Selain memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, pnguatan kelembagaan, Distankan juga menghadirkan perwakilan Perbankan, seperti Bank Rakyat Indonesia, BPJS sebagai nara sumber.

BRI, punya kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan usaha kecil bagi tani dan nelayan. ''Harapan kita, para nelayan juga bisa membangun kelembagaan yang kuat sehingga bisa menjadikan usaha perikanan ini sebagai sumber kekuatan ekonomi kluarga,'' ungkap H. Maisisco yang saat itu juga didampinghi Kepala Bidang Perikanan, Ismail.

''Dengan adanya permodalan yang diberikan oleh perbankan, kita berharap KUB nelayan perikanan tangkap ini bisa berkembang dan maju,'' kata dia.

Beberapa potensi garapan yang bisa didapatkan tentu saja masih berasal dari aktivitas di bidang perikanan tangkap. Misalnya, budidaya perikanan jarina g apung di sungai, atau juga jenis usaha lainnya seperti ikan asin, ikan asap yang bisa meningkatkan nilai jual dari ikan tangkap itu sendiri.

''Selain BRI, kitya juga menghadirkan Dinas Koperasi sebagai nara sumber. Ini dalam upaya untuk penguatan lebih jauh, dimana ke depannya diharapkan nelayan-nelayan ini bisa tergabung di bawah koperasi,''imbuh Ismail.

Selain permasalahan pengembangan usaha, Ismail juga menjelaskan kalau pada kegiatan ini juga dihadirkan perwakilan BPJS. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada para nelayan tangkap dalam menjalankan aktivitas di perairanguna mencari nafkah.

Di Pekanbaru sendiri, Ismail mengungkapkan jumlah nelayan tangkap cukup banyak. Namun, yang sudah berorganisasi atau sudah terwadahi ada sebanyak 25 kelompok, dengan estimasi perkelompok berjumlah 8-25 orang per kelompok.

''Adapun mereka yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 25 orang dan masing-masing diwakili oleh satu perwakilan KUB,'' ungkap Ismail.

Selain itu, Dinas Pertanian dan perikanan  juga mempunyai tugas besar untuk membina para nelayan perikanan tangkap yang masih perorangan atau mandiri juga bisa berkelompok. Karena, banyak dari program pemerintah hanya bisa diberikan melalui kelompok-kelompok tersebut.

Pada kegiatan tersebut juga secara sim bolis dilakukan penyerahan souvenir  berupa jaring tangkap kepada perwakilan KUB.(R04)

 

 

 

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional