Field Trip 2nd ICASS, FAPERTA UIR Kenalkan “Kampung Patin” sebagai Desa Eduwisata

Field Trip 2nd ICASS, FAPERTA UIR Kenalkan “Kampung Patin” sebagai Desa Eduwisata

KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Masih dalam suasana rangkaian kegiatan The 2nd Internasional Conference (ICASS II), Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan Field Trip ke Kampung Produksi Patin, Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar. Wisata Edukasi Perikanan ini berlangsung pada Kamis, (23/10/2025).

Tim berangkat dari UIR pukul 08.30 WIB dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. H. T. Edy Sabli, M.Si dengan kuasa dekan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama, dan Dakwah Islamiah Prof. Dr. Ir. Ujang Paman Ismail, M.Agr, Dr. Fahrial, S.P.,S.E.,M.E selaku ketua panitia ICASS 2, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Rosyadi, M.Si, Assoc. Prof. Dr. Ir. Septina Elida, M.Si, Dr. Limetri, SP, sebagai Dosen dan Tendik Fakultas Pertanian UIR.

Dalam hal ini UIR berupaya mengenalkan salah satu Desa Terbaik yang ada di Riau kepada akademisi atau peserta konferensi diantaranya Prof. Wahidin dari Ternate, , Dr. Nunuk dan Dr. Wati dari UGM Yogyakarta, hingga Dosen dari UNS Solo.

Kunjungan UIR disambut hangat oleh Perangkat Desa Koto Mesjid, bahkan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar Zulfahmi, S.Pi.,M.Si.

Dalam sambutannya Zulfahmi menjelaskan “Kampung Patin merupakan desa relokasi akibat adanya pembangunan PLTA Koto Panjang yang kemudian berhasil menjadi desa sentra perikanan yang sukses”.

Dalam kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta konferens, dijelaskan juga bahwa tahun 2025 desa ini berhasil mendapatkan Rekor MURI yang menyajikan 1.373 porsi Gulai Ikan Salai Patin, sehingga ikan ini sudah menjadi ikon Kabupaten Kampar.

H. Suhaimi, salah satu masyarakat dan juga pelopor Kampung Patin telah berhasil membudidayakan ikan patin. Dalam sehari berhasil memproduksi 15 hingga 16 ton perhari dengan jumlah kolam 160 hingga 228 hektar.

“Kita memerlukan 3,5jt benih perbulan, alhamdulillah telah disokong oleh 80 pembudidaya benih dari Kampar. Desa ini juga memiliki 32 hingga 38 parik pakan ikan yang memproduksi 35 hingga 40 ton bahan pakan”, jelas H. Suhaimi.

Peserta konferens tampak antusias mendengarkan pemaparan dari Tokoh Desa Koto Masjid ataupun pejabat Kabupaten Kampar. Dalam hal ini peserta berkesempatan untuk meninjau langsung UPT – UPT pembenihan ikan patin.

Field trip edukasi wisata diakhiri dengan mengunjungi Danau Rusa sebagai wisata sejarah dan budaya, hingga mengunjungi Puncak Kobe. (hms/smh)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional