Ibu Muda Tewas di Sumur, Ada Luka di Leher Lecet di Bagian Sensitif

Ibu Muda Tewas di Sumur, Ada Luka di Leher  Lecet di Bagian Sensitif

BANGKO (RIAUSKY.COM)- Gang sempit kawasan Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, mendadak geger.

Tangis seorang anak yang mencari ibunya menjadi awal terungkapnya peristiwa kematian tragis seorang perempuan muda yang ditemukan tak bernyawa di dasar sumur rumahnya sendiri.

Aparat kepolisian kini mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut, menyusul ditemukannya sejumlah luka dan memar pada tubuh korban.

Korban diketahui bernama Akhriza Wati (26), warga Jalan Kecamatan Gang SMKN 1 RT 001/RW 001, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti.

Ia ditemukan meninggal dunia di dalam sumur rumahnya pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 03.10 WIB.

Dikutip media center rohil dari berkas riau, eristiwa itu bermula sekitar pukul 02.00 WIB ketika anak sulung korban, Ahmad Rizky (10), terbangun akibat tangisan adiknya yang terus memanggil ibunya.

Dalam kondisi panik, bocah itu kemudian menghubungi ayahnya yang saat ini bekerja di Malaysia.

Mendapat kabar tersebut, suami korban segera menghubungi Riki Syahputra, abang sepupu korban, untuk membantu mencari keberadaan Akhriza.

Riki kemudian mendatangi rumah korban. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati rumah dalam keadaan sepi dan korban tidak berada di dalam rumah.


Pencarian kemudian mengarah ke bagian belakang rumah. Bersama Fitriyani, Riki memeriksa area sekitar sumur yang berada tidak jauh dari dapur rumah korban.

Dalam suasana gelap dan penuh kecemasan, keduanya melihat benda mencurigakan di dalam sumur.

Saat diperiksa lebih dekat, benda tersebut ternyata tubuh seorang perempuan yang sudah tidak bergerak. Penemuan itu sontak memicu kepanikan warga sekitar.

Korban kemudian dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi meninggal dunia. 
Peristiwa ini segera memunculkan berbagai dugaan.

Selain kondisi korban yang ditemukan di lokasi tidak lazim, hasil pemeriksaan awal juga mengindikasikan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari hasil visum et repertum sementara, ditemukan memar di bagian leher, luka pada kaki kanan, serta lecet pada area sensitif korban.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius penyidik karena dinilai dapat mengarah pada dugaan tindak pidana kekerasan, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya unsur pembunuhan. 
Polisi kini mendalami apakah korban sebelumnya mengalami penganiayaan sebelum akhirnya ditemukan di dalam sumur.

Aparat kepolisian baru tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 
Garis polisi dipasang di sekitar area sumur guna kepentingan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti.

Kapolsek Bangko, Buyung Kardinal, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus tersebut.

Menurut dia, keluarga korban baru melaporkan peristiwa itu ke Polsek Bangko sekitar pukul 07.00 WIB, beberapa jam setelah jasad korban ditemukan.

“Pihak keluarga baru menghubungi Polsek Bangko sekitar pukul 07.00 WIB, sementara korban ditemukan pada pukul 03.10 WIB,” ujarnya, Kamis (14/5/2026). 
Sementara itu, Kasi Humas Polres Rokan Hilir, Didi Sofyan, menyebutkan jenazah korban saat ini telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani autopsi.

Pemeriksaan medis menyeluruh dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban secara ilmiah dan forensik. Penyidik juga masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga dan orang-orang terdekat korban, untuk merekonstruksi kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian Akhriza Wati dan meminta masyarakat tidak berspekulasi sembari menunggu hasil autopsi resmi.(*)  

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional