PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Islam Riau (UIR) angkatan 2022 atas nama Muhammad Farhan berhasil dinobatkan sebagai As a 2nd Runner up of Putera Kebudayaan Indonesia tahun 2025.
Putera dan Puteri kebudayaan Indonesia merupakan ajang pemilihan duta budaya yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan pariwisata. Muhammad Farhan berhasil bersaing dengan finalis asal Provinvi lainnya, perhelatan bergengsi ini berlangsung di Vote Hotel, Nusa Dua, Provinsi Bali.
Farhan memaknai peran seorang duta kebudayaan bukan sekadar sebagai sosok simbolik, tetapi sebagai penggerak dan jembatan antara nilai tradisi dan dunia modern. Duta kebudayaan harus mampu menampilkan kebanggaan terhadap akar budaya bangsa, sekaligus menerjemahkannya dalam bahasa yang dimengerti generasi muda.
“Tanggung jawab utamanya adalah menjadi teladan, komunikator, dan pelestari nilai budaya. Artinya, bukan hanya memperkenalkan budaya lewat penampilan, tetapi juga menghidupi nilai-nilai seperti gotong royong, sopan santun, dan rasa hormat dalam kehidupan sehari-hari’, terang Farhan.
Ketika ditanya oleh tim Humas UIR mengenai bagaimana cara yang efektif untuk mengemas kebudayaan Indonesia agar lebih menarik dan diterima oleh generasi muda, Farhan memaparkan budaya perlu dikemas secara kreatif dan relevan, misalnya melalui media digital, film, fashion, musik, dan konten kreatif. Kuncinya adalah membuat budaya terasa dekat dan keren — tanpa kehilangan makna aslinya. Dengan begitu, generasi muda bisa merasa bahwa mencintai budaya bukan hal kuno, tapi justru masa depan.
“Saya memiliki gagasan program bernama “Melayu Tak Layu”, yaitu gerakan digital dan komunitas untuk memperkenalkan budaya lokal melalui konten edukatif, workshop, dan kolaborasi lintas kampus. Tujuannya agar budaya tidak hanya dipelajari, tapi juga dihidupi dan dibagikan oleh anak muda”, tuturnya.
Dengan terpilihnya sebagai As a 2nd Runner up of Putera Kebudayaan Indonesia tahun 2025, Farhan akan menjadikan media sosial sebagai panggung modern dan memanfaatkannya untuk mengedukasi dengan cara inspiratif, seperti membuat video pendek tentang filosofi pakaian adat, makanan tradisional, atau cerita rakyat. Dengan narasi yang ringan dan visual yang menarik, pesan budaya bisa menjangkau audiens yang lebih luas.
Dalam hal ini Universitas Islam Riau tentunya akan berupaya dalam menanamkan nilai kebangsaan dan identitas budaya. Melalui kegiatan seni, organisasi, dan riset budaya, mahasiswa dapat belajar bahwa budaya bukan sekadar masa lalu, tetapi fondasi untuk membangun masa depan yang berkarakter. (hms/smh)
Listrik Indonesia

