PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Islam Riau (UIR) sukses memberikan pendampingan selama 4 bulan kepada masyarakat Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar melalui pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia (RI) dalam melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK – ORMAWA) tahun 2025.
Ramadhan sebagai mahasiswa FAPERTA UIR yang terlibat mengatakan, sebelum pelaksanaan pendampingan PPK ORMAWA, sebagian besar UMKM di Desa Pulau Gadang masih dikelola secara tradisional, baik dari segi produksi, pengemasan, maupun pemasaran. Produk perikanan dan olahan ikan umumnya dijual tanpa identitas merk, kemasan sederhana, serta belum memiliki pencatatan usaha yang baik. Namun setelah empat bulan pendampingan, terjadi perubahan yang cukup signifikan, terutama pada peningkatan kualitas produk, penggunaan kemasan yang lebih menarik dan higienis, serta mulai diterapkannya strategi pemasaran yang lebih terarah selamain itu pelaku UMKM juga menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
“Adapun program yang paling berdampak langsung bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor perikanan dan olahan ikan, adalah pelatihan pengolahan hasil perikanan, pengemasan produk, serta pendampingan pemasaran digital. Intervensi ini membantu UMKM meningkatkan nilai tambah produk ikan, memperpanjang daya simpan, dan memperluas jangkauan pasar, sehingga berpengaruh langsung terhadap peningkatan pendapatan”, tutur Ramadhan saat dikonfirmasi oleh tim Humas UIR pada Senin, (29/12/2025).
Terdapat peningkatan keterampilan dan pengetahuan yang nyata setelah pelaku UMKM mengikuti pelatihan. Contohnya, pelaku UMKM mulai memahami teknik pengemasan yang baik dan higienis, penggunaan label produk yang mencantumkan informasi penting, serta penerapan standar kualitas produksi. Selain itu, pelaku usaha juga memperoleh pengetahuan mengenai pemasaran digital, seperti penggunaan media sosial dan platform daring untuk mempromosikan produk secara lebih luas.
“Respons dan antusiasme masyarakat serta pelaku UMKM tergolong sangat baik. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti pelatihan, diskusi, serta praktik langsung yang difasilitasi oleh mahasiswa. Masyarakat tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam memberikan masukan, berbagi pengalaman, dan menerapkan hasil pendampingan dalam usaha mereka”, tutur Ramadhan.
5. Selama kegiatan pendampingan, terdapat beberapa UMKM yang berhasil memperoleh legalitas usaha dan produk, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemahaman awal terkait perizinan pangan. Pendampingan mahasiswa berperan dalam membantu proses administrasi dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.
Perubahan yang paling terlihat adalah meningkatnya jangkauan pemasaran produk UMKM. Setelah memanfaatkan media digital, produk tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga mulai dikenal di luar wilayah desa. UMKM mulai menerima pesanan melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat, serta mampu menampilkan produk secara lebih profesional melalui foto dan deskripsi yang menarik.
“Pengalaman yang paling berkesan adalah melihat perubahan pola pikir dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Interaksi langsung dengan masyarakat menunjukkan bahwa pendampingan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat desa”, ujar Ramadhan.
Kegiatan PPK ORMAWA tentu sangat memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap peningkatan ekonomi dan kemandirian UMKM Desa Pulau Gadang. Melalui peningkatan keterampilan, kualitas produk, dan akses pemasaran, pelaku UMKM menjadi lebih mandiri dalam mengelola usahanya serta memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Harapannya pelaku UMKM Desa Pulau Gadang dapat terus menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, serta saling berkolaborasi untuk memperkuat jejaring usaha. Diharapkan pula adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan pihak terkait agar dampak pendampingan PPK ORMAWA dapat terus dirasakan dan berkembang secara jangka panjang. (hms/smh)
Listrik Indonesia

