RENGAT (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar Apel Perdana awal tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Upacara Peringatan Rengat Bersejarah 5 Januari.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Monumen Rengat Bersejarah, depan kediaman Bupati Inhu, Senin (5/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, selaku Inspektur Upacara.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Inhu, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, para pejabat di lingkungan Pemkab Inhu, organisasi wanita se-Kabupaten Inhu, organisasi kepemudaan, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhu.
Tingkat kehadiran ASN pada apel perdana tahun 2026 ini tercatat sangat tinggi. Hal tersebut mencerminkan komitmen dan semangat aparatur pemerintah daerah dalam mengawali tahun kerja sekaligus mengenang peristiwa bersejarah bagi Kabupaten Indragiri Hulu.
Dalam arahannya, Bupati Ade Agus Hartanto menegaskan bahwa peringatan Rengat Bersejarah 5 Januari bukan sekadar mengenang tragedi masa lalu, melainkan sebagai penguat jati diri daerah yang lahir dari semangat perjuangan dan keberanian para pahlawan.
“Saya sengaja mengawali tahun kerja dengan mengenang peristiwa berdarah ini, agar setiap ASN memahami bahwa pengabdian yang kita lakukan hari ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pahlawan terdahulu,” ujar Bupati Ade.
Momentum apel perdana ini juga dimanfaatkan Bupati Ade untuk menyerukan gerakan perubahan bertajuk “Indragiri Hulu Maju” sebagai wujud reformasi kerja yang nyata. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pelayanan tanpa sekat, di mana ASN dilarang memberikan pelayanan yang berbelit-belit, tidak ramah, maupun tidak pasti. ASN diminta hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai penguasa di balik meja.
Selain itu, Bupati Ade juga menyoroti pentingnya disiplin kerja dan etika profesi. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan anggaran tahun 2026 harus dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran, dengan tanggung jawab penuh berada pada masing-masing kepala perangkat daerah.
Sementara itu, rangkaian Upacara Peringatan Rengat Bersejarah 5 Januari diawali dengan peletakan karangan bunga di tugu peringatan oleh Bupati Inhu, dilanjutkan dengan pembacaan latar belakang tragedi agresi militer di Kota Rengat pada tahun 1949.
Suasana haru menyelimuti prosesi upacara saat cuplikan peristiwa berdarah 5 Januari dibacakan kembali sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan buku “Rengat Bersejarah” dari ahli waris kepada Pemerintah Kabupaten Inhu.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bupati Inhu bersama jajaran Forkopimda melaksanakan penaburan bunga di pinggiran Sungai Indragiri, tepatnya di belakang Wisma Embun Bunga hingga kawasan Jembatan Trio Amanah Kota Rengat, sebagai simbol penghormatan dan doa bagi para korban tragedi Rengat Bersejarah 5 Januari.(Ro7)

