PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Ribuan massa menghadiri Konser Manusiaan Sumatera dan Palestina yang mengdirkan grup Band Wali di Kota Pekanbaru, Ahad (25/1/2026) pagi hingga menjelang siang tadi.
Kegiatan dilaksanakan mengambil tempat di Jalan Gajahmada Pekanbaru diramaikan dengan pergelaran grup Nasyid dan penggalangan dana.
Dalam kegiatan tersebut terhimpun tak kurang uang sebanyak Rp1 miliar. Rencananya, seluruh uang yang terkumpul akan dikirimkan untuk membantu korban musibah di Sumatera dan rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban Israel.
Wakil Wali Kota Pekanbaru H Markarius Anwar yang membuka acara mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya kepada masyarakat Kota Pekanbaru yang hadir dalam gelaran amal kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina ini.
Markarius mengungkapkan, setahun memimpin Pekanbaru bersama H Markarius Anwar, Pemko Pekanbaru senantiasa diberikan kemudahan dan kelapangan.
''Kami memimpin Pekanbaru dengan posisi ditinggalkan utang sebanyak Rp470 miliar. Tapi semua itu bisa diselesaikan. Pemko juga diberikan kemudahan, dimana sebelumnya Pekanbaru hanya bisa menghimpun penerimaan dari pajak daerah sebesar Rp700-800 miliar. Tapi tahun ini, Pekanbaru mendapatkan Rp1,3 triliun. Semua itu adalah berkat rahmat Allah SWT. Dengan kita menggelar kegiatan kemnusiaan seperti ini, membantu umat yang memerlukan, kami yakin, Allah akan terus memudahkan dan membukakan pintu rahmat bagi kita semua untuk membangun Kota Pekanbaru,''ungkap Markarius.
''Dalam kesempatan ini, kami mengajak semua masyarakat yang hadir, untuk menyumbangkan rezeki terbaiknya, uang terbaiknya untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Aceh, Sumbar dan Sumut yang ditimpa musibah beberapa waktu lalu, dan juga membantu saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini kondisinya sangat memerlukan bantuan kemanusiaan,'' ajak Markarius.
Pemko Pekanbaru, sebut Markarius pada kesempatan tersebut juga menjelaskan, Pemko Pekanbaru melalui seluruh OPD setidaknya telah menghimpun dukungan bantuan kemanusiaan. ''Totalnya berkisar Rp900 juta. Dan dengan kegiatan ini, kita harapkan bisa bertambah menjadi lebih banyak, kalau bisa mencapai Rp2 miliar,'' harap Markarius.
Pada kegiatan itu, juga hadir salah seorang ulama muda Palestina, Syeikh Usamah Anwar.
Usamah pada kesempatan itu menggugah kesadaran warga Pekanbaru tentang bagaimana hancurnya Palestina saat ini.
Dia menyebutkan, hampir tidak ada yang tersisa dari wilayah Jalur Gaza Palestina yang kini hancur oleh kekejaman zionis Israel. Tak kurang pula jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka yang jumlahnya mencapai 77.000 jiwa dalam 1 tahun.
Usamah juga menggugah kesadaran umat muslim Pekanbaru tentang mengapa pentingnya menbantu dan menyelamatkan Palestina.
Dia menyebutkan, Perjuangan mempertahankan Palestina perlu dibantu karena di palestina, ada salah satu kiblat umat muslim dunia, yakni Masjidil Aqsa. ''Selain Masjidil Haram, ada masjidil Aqsa di palestina. Perjalanan Isra' dan Mi'raj berawal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sebelum berlanjut ke Sidratul Muntaha,'' ungkap Syaikh Usama dalam bahasa Indonesia.
''Masjidil Aqsa bukan hanya milik warga Palestina, namun milik seluruh masyarakat, umat muslim di dunia,'' ungkap Usamah.
''Karena itu, banyak yang mengatakan Palestina ibaratnya ''Pintu langit,'' kata dia.
Selain itu, Syaikh Usamah juga menjelaskan kalau Palestina adalah bumi para nabi dan rasul. ''Sayyidina Muhammad mampir di Palestina dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj, Sayyidina Ibrahim Alayhissalam hijrah dari Zirah ke Palestina, Sayyidina Ishaq lahir di Palestina, Sayyidina Ismail, Zakaria dan Yahya,juga lahir di Palestina,''ungkap Usamah.
Di palestina juga tempat banyak lahir ulama-ulama besar dunia, salah satunya adalah Imam Syafii yang banyak dijadikan rujukan bagi umat muslim di Indonesia.
Untuk itu, Usamah mengetuk umat muslim dunia termasuk di Indoensia dan Pekanbaru untuk bersama memperjuangkan Palestina.
''Palestina bukan hanya milik masyarakat Palestina, tapi milik seluruh umat muslim di dunia,''gugah dia lagi.
Pada kesempatan itu juga diputarkan film dokumenter tentang kondisi kerusakan yang terjadi akibat musibah banjir dan longsor di Sumatera juga kondisi kehancuran kota-kota di Palestina dan korban jiwa yang disebabkan kekejaman Zionis Israel di Palestina.
Tampak banyak umat muslim di Pekanbaru terharu dan meneteskan air mata melihat kekejaman dan kebiadaban Isreal yang meluluhlantakkan kota-kota di Palestina dan banyaknya korban jiwa anak-anak tidak berdosa di sana.
''Semoga doa kita disini bisa mengetuk pintu langit untuk menyudahi penderitaan saudara-saudara kita di Sumatera dan Palestina,''ungkap pembawa acara. (R04)
Listrik Indonesia

