JAKARTA (RIAUSKY.COM) –Jika sebelumnya desakan penetapan status bencana nasional terhadap kabut asap datang dari ketua DPD RI Irman Gusman, kini desakan datang dari anggota komis IV DPR RI Daniel Johan. Pemerintah diminta tidak ragu menetapkan status bencana nasional terkait bencana kabut asap yang kian parah di Sumatera dan Kalimantan. Dampak kepekatan kabut asap akibat kebakaran hutan ini sudah membuat jutaan masyarakat menjadi korban termasuk anak sekolah hingga bayi.
"Harus darurat nasional. Tak perlu ragu. Saya sudah bicara ini harus ditetapkan. Aneh kalau dampaknya sudah sedemikian besar, membuat jutaan masyarakat korban, tapi tidak dinyatakan darurat nasional," kata Anggota Komisi IV DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, Daniel Johan dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari detikcom Rabu (30/9/2015).
Dia menjelaskan dalam sebulan terakhir ini, masyarakat di daerah pemilihannya seperti Kabupaten Bengkayang, Kota Pontianak, dan Kabupaten Singkawang terus mengirimkan pesan singkat ke ponselnya. Pesan tersebut semuanya terkait keluhan kapan bencana asap ini akan berakhir.
"Asap di Kalbar makin menggila, saya dapat teriakan masyarakat makin banyak. Tak kurang 200 sms per hari. Kalau sebelumnya sms minta pulsa, sekarang semua tentang penderitaan asap. 'Pak Daniel tolong, di Kalbar sekarang tidak 2 musim lagi, tapi sudah 3 musim, ada panas, hujan, dan asap'. Ini harus dilihat, banyak bayi dan anak-anak," sebut Wasekjen PKB itu.
"Segala upaya sudah saya lakukan, nelpon menteri sana sini, di raker dengan menteri juga keras, nuntut pelaku pembakaran masukkan saja ke penjara tutup izinnya dan ganti kerugian," kata Daniel. (RO3)

