Wali Kota Pekanbaru Teken Surat Edaran Stok dan Harga Pangan Jelang Idul Adha
PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho meneken Surat Edaran terkait Stok dan Harga Pangan Menjelang Idul Adha.
Surat Edaran ini ditujukan untuk mamastikan ketersediaan komoditas dan harga khususnya pangan di Kota Pekanbaru tetap terjaga menjelang ,omen hari besar keagamaan yang akan jaruh beberapa hari ke depan.
Penandatanganan Surat Edaran terebut dilakukan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dihadapan jajaran Forkopimda Pekanbaru, Kepala Perwakilan bank Indonesia Provinsi Riau, Wakil Pemimpin Perum Bulog Riau Kepri dan sejumlah jajaran OPD.
Surat Edaran ini, ditujukan kepada para pelaku usaha dan distributor dan unsur OPD dalam upaya melakukan pengAwasan dan pemantauan terhadap harga komoditas, khususnya pangan menjelang Idul Adha.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengungkapkan, langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stok komoditas pangan tetap terjaga di Kota Peknbaru.
Dis juga menegaskan, pasca penerbitan Surat Edaran ini, pihaknya juga akan melakukan pemantauan dengan mengecek harga komoditas pangan strategis di pasar-pasar yang ada di Kota Pekanbaru.
''Sebagai tindaklanjut, ke depan, kita akan melakukan pemantauan ke pasar-pasar untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan,''ungkap Agung.
Sebagaimana diungkapkan Kepala Perwakilan bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Ahmad, beberapa komoditas pangan strategis berpotensi mengalami kenaikan harga di Pekanbaru menjelang Idul Adha.
Beberapa di antara komoditas ini adalah cabai merah, bawang merah, juga minyak goreng.
Sementara dari pantauan di lapangan, di beberapa pasar di dalam Kota Pekanbaru, beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah: Cabai merah yang saat ini berkisar 40-45.000 per kilogram. Harga ini melonjak cukup tinggi dibandingkan dua pekan sebelumnya, dimana harga cabai merah sempat berada di kisaran Rp30-35.00 per kilogram.
Sementara itu, komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng. Kaum ibu mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dikarenakan kelangkaan Minyakita di pasar.
Di sejumlah pasar ditemukan Minyakita tetap tersedia, namun harga jual dari pedagang sangat tinggi, bahkan jauh melampaui HET.
Pedagang umumnya menjual Minyakita seharga Rp21-22.000 per liter. Kenaikan harga minyakita ini juga mendongkel harga minyak goreng premium dan minyak goreng curah hingga level tertinggi. (R04)
Listrik Indonesia

