2 Bulan Penerapan WFH, Serapan Anggaran Perjalanan Dinas Pemkab Kampar Turun Drastis

2 Bulan Penerapan WFH, Serapan Anggaran Perjalanan Dinas Pemkab Kampar Turun Drastis

BANGKINANG (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Kampar telah menerapkan Work From Home (WFH) setiap Jumat dalam rangka efisiensi anggaran yang telah berjalan selama dua bulan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kampar, Dendi Zulhairi, Selasa 02/06) mengatakan penyerapan anggaran perjalanan dinas turun drastis. 

"Sampai Mei atau memasuki akhir semester pertama tahun ini, (anggaran) perjalanan dinas baru (terserap) sekitar 19 persen," katanya Dendi. 

Menurut dia, anggaran perjalanan dinas mestinya sudah digunakan sekitar 40 persen.  Selisihnya dengan realisasi 19 persen menunjukkan penurunan yang drastis. 

Seperti diketahui, Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, dalam surat edarannya menginstruksikan penghematan biaya perjalanan dinas sebesar 50 persen.

Berdasarkan hitungan BPKAD, kebijakan itu akan menghemat anggaran perjalanan dinas 2026 sebesar Rp30 miliar.

Dendi mengatakan pihaknya melaporkan penghematan dari tiga komponen sesuai Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fungsional. Terdiri dari perjalanan dinas, pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM), serta listrik dan air. 

Ia mengatakan, efisiensi anggaran pemakaian BBM belum dapat dikalkulasikan. Pasalnya, kata dia, penganggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak penuh untuk satu tahun.
"Ada OPD yang menganggarkannya untuk sembilan bulan, ada yang 10 bulan. Mungkin karena kondisi anggaran," ungkapnya. 

Oleh karenanya, penghematan satu tahun anggaran belum dapat dihitung. Alasannya, pengalokasian anggaran dari yang semula tidak kurang dari setahun menjadi penuh sejak kebijakan efisiensi. 

Sementara untuk pemakaian listrik dan air perkantoran hasil WFH Jumat, pihaknya masih melakukan perekapan. BPKAD sedang mengumpulkan laporan dari OPD berupa bukti pembayaran tagihan.(CR2)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional