PEKANBARU (RIAUSKY.COM)– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus bergerak cepat dalam membenahi infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah. Melalui skema kolaborasi strategis, Pemprov Riau resmi menggandeng sejumlah perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mempercepat pengerjaan perbaikan pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan rute Simpang Minas – Simpang Pemda – Simpang Tualang Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, menyebutkan bahwa sebagai langkah awal, komitmen bersama ini telah dituangkan dalam bentuk dokumen resmi.
Pihaknya telah melakukan penandatanganan kerja sama pemeliharaan jalan dengan dua perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut, yaitu PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Arara Abadi.
"Hari Jumat kemarin sudah kami lakukan penandatanganan kerja sama secara resmi dengan pihak manajemen PT PHR dan PT Arara Abadi. Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan guna percepatan peningkatan infrastruktur jalan kita," ujar Zulfahmi saat memberikan keterangan pers kepada media pada Sabtu (6/6/2026).
Zulfahmi menjelaskan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan fasilitas publik merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang sangat berdampak positif bagi masyarakat luas.
Melalui kerja sama terintegrasi ini, Pemprov Riau optimistis dapat menghadirkan akses transportasi darat yang jauh lebih aman dan nyaman, sehingga mampu memangkas waktu tempuh, menunjang mobilitas harian warga, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Berdasarkan dokumen perjanjian yang telah disepakati bersama, pengerjaan teknis di lapangan akan dibagi ke dalam beberapa zona atau stasiun (Stationing/STA) kerja.
Untuk tahap pertama pada titik STA 00+100 sampai dengan STA 01+100, pengerjaan perbaikan jalan sepenuhnya akan dilaksanakan oleh Pemprov Riau dengan menggunakan alokasi anggaran belanja daerah (APBD) murni tahun anggaran 2026.
Zulfahmi menambahkan bahwa realisasi fisik untuk zona pertama yang ditangani pemerintah ini ditargetkan berjalan dalam waktu dekat.
"Untuk bagian jalan yang menjadi porsi Pemprov Riau, pekerjaan alat berat di lapangan dijadwalkan sudah mulai diturunkan pada minggu kedua bulan Juni ini atau persisnya pada pekan depan," tuturnya menguraikan lini masa proyek.
Sementara itu, untuk kelanjutan segmen jalan berikutnya, tanggung jawab dialihkan kepada pihak korporasi sesuai dengan wilayah operasional mereka.
Pada titik koordinat STA 01+100 sampai dengan STA 01+600, pekerjaan fisik akan dieksekusi secara penuh oleh tim teknis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), yang berdasarkan jadwal akan mulai melakukan pengaspalan atau rekondisi pada bulan Juli 2026 mendatang.
Selanjutnya, segmen penutup untuk klaster ini berada pada titik STA 01+600 sampai dengan STA 02+100, yang pengerjaannya akan ditangani langsung oleh PT Arara Abadi dengan target pelaksanaan fisik pada Oktober 2026.
"Selain dua perusahaan besar ini, kami dari Pemprov Riau juga tengah meminta kontribusi aktif dari dua klaster industri lainnya di jalur tersebut, yakni pihak PT Pelindo serta asosiasi Perusahaan Kelapa Sawit setempat," pungkas Zulfahmi.(mc)
Listrik Indonesia

