PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau membuka sejumlah posko pengaduan dan layanan hotline selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala maupun membutuhkan informasi terkait proses penerimaan peserta didik baru tingkat SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau.
Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, M.Pd, mengatakan layanan pengaduan disediakan di berbagai titik agar masyarakat lebih mudah mendapatkan bantuan selama proses pendaftaran berlangsung.
Menurutnya, calon murid maupun orang tua yang mengalami kendala dapat mendatangi posko yang tersedia di sekolah-sekolah, kantor cabang dinas pendidikan, maupun langsung ke Aula Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
"Kami membuka ruang pengaduan di masing-masing sekolah, kantor cabang dinas pendidikan, dan juga di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar masyarakat dapat memperoleh informasi dan penyelesaian terhadap berbagai kendala yang dihadapi selama proses SPMB berlangsung," ujar Jeffri, Rabu (10/6).
Ia menjelaskan, layanan pengaduan tersebut dibentuk untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin muncul selama tahapan pendaftaran, mulai dari kendala aktivasi akun, kesalahan data peserta, masalah unggah dokumen, hingga persoalan teknis lainnya yang berkaitan dengan sistem penerimaan murid baru.
Selain menyediakan layanan tatap muka, Disdik Riau juga membuka kanal pengaduan melalui nomor telepon yang dibagi berdasarkan wilayah kerja untuk mempermudah koordinasi dan mempercepat penanganan laporan masyarakat.
Untuk tingkat provinsi, masyarakat dapat menghubungi hotline di nomor 0821-7004-304. Sementara masyarakat yang berada di Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti dapat menghubungi nomor 0822-8411-1969.
Kemudian untuk wilayah Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai tersedia layanan pengaduan melalui nomor 0812-7595-128. Sedangkan masyarakat di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Kota Pekanbaru dapat menghubungi nomor 0813-7178-7877.
Adapun masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir dapat menyampaikan pengaduan melalui nomor 0822-8846-6836.
Jeffri berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan yang telah disediakan apabila menemukan kendala selama proses SPMB berlangsung. Dengan adanya layanan tersebut, setiap persoalan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti oleh tim pelaksana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini dilakukan melalui beberapa jalur penerimaan yang telah ditetapkan pemerintah dengan kuota masing-masing.
Jalur domisili memperoleh alokasi kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung sekolah. Jalur ini diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah yang telah ditentukan pemerintah daerah. Persyaratan domisili dibuktikan dengan Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan jalur afirmasi dengan kuota sebesar 30 persen. Jalur ini diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari keluarga kurang mampu serta calon murid penyandang disabilitas sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.
Untuk jalur prestasi, pemerintah memberikan alokasi kuota sebesar 35 persen. Jalur ini menjadi jalur dengan porsi terbesar dalam penerimaan siswa baru tahun ini.
Kuota jalur prestasi tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori, yakni prestasi nilai rapor sebesar 7 persen, prestasi tahfiz Alquran 8 persen, prestasi kepemimpinan 5 persen, prestasi tingkat internasional 2 persen, Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 3 persen, serta prestasi akademik dan nonakademik sebesar 10 persen.
Menurut Erisman, pengaturan kuota tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon murid sesuai dengan latar belakang dan potensi yang dimiliki masing-masing peserta.
Ia juga mengimbau seluruh calon murid dan orang tua untuk memahami setiap ketentuan yang berlaku serta mengikuti seluruh tahapan pendaftaran dengan cermat agar tidak mengalami kendala selama proses seleksi.
"Dengan adanya berbagai jalur penerimaan dan layanan pengaduan ini, diharapkan seluruh calon murid memiliki kesempatan yang adil untuk memperoleh akses pendidikan di SMA Negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Disdik Riau optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar, transparan, objektif, dan akuntabel. Melalui penyediaan berbagai kanal informasi dan pengaduan, pemerintah berharap seluruh peserta memperoleh layanan yang cepat dan tepat sehingga proses penerimaan murid baru dapat berlangsung dengan baik hingga tahapan akhir seleksi.
Listrik Indonesia

