PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Di tengah masih memanasnya pembahasan tentang keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), politisi Gerindra di DPR RI, Andre Rosiade terjun langsung meninjau aktivitas pelayanan di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pekanbaru.
Andre Rosiade turun meninjau aktivitas pelayanan di SPPG Labuhbaru Barat 2 di Jalan Dharma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru bersama Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho.
Tak hanya meninjau persiapan penyediaan MBG, Andre dan Agung juga tampak mengantarkan makanan yang akan dikonsumsi para siswa di SD Negeri 168 Payung Sekaki.
''Kami tak hanya melihat proses pembuatan dan pengolahan makanan di dapur, tapi juga ingin memastikan makanan yang disajikan ke para pelajar benar-benar sampai dengan kondisi baik,''ungkap Wali Kota Agung Nugroho yng menyopiri mobil SPPG.
Andre Rosiade pun mengungkapkan apresiasinya terhadap kondisi dapur SPPG Labuhbaru Barat 2 yang menurutnya sudah sangat bagus, bersih, rapi dan pekerjanya bekerja sesuai dengan standar pelayanan yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Andre juga mengaku merasa senang, karena bisa melihat langsung kegiatan MBG di Kota Pekanbaru. ''Selama ini saya melihat di Jakarta, di Sumatera Barat aktivitas SPPG ini. Dan di Pekanbaru ternyata kondisinya juga sangat bagus,'' ungkap Andre sesaat menjelang berangkat mengantarkan makanan MBG.
Andre juga memuji komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memastikan pelaksanaan program MBG yang menurut dia sangat baik.
''Tadi saya lihat menunya juga bagus ya, dan tadi Pak Wali menjelaskan menu MBG di Pekanbaru itu sangat-sangat baik, dan itu membuktikan kalau pelaksanaannya di tengah masyarakat Pekanbaru juga baik,'' ungkap Andre.
Pada kesempatan meninjau SPPG, Andre juga sempat berdialog dengan para pekerja SPPG tentang keberlanjutan program MBG ini.
''Tadi saya berdialog dengan para pekerja SPPG, saya tanya apakah mereka ingin kegiatan MBG dihentikan, ternyata semuanya menginginkan program ini terus dilanjutkan,'' kata Andre.
Dari pantauan di lapangan, pera pekerja uang umumnya adalah kaum ibu mengaku mereka selama ini cukup terbantu dengan bisa bekerja di dapur SPPG.
''Kami sangat terbantu Pak, kami punya anak, dari kegiatan ini, kami bisa sekolahkan, kami dapat gaji, dan anak-anak kami juga dapat gizi,''ungkap salah seorang ibu kepada Andre Rosiade dan Wali Kota Agung.
Sementara itu, terkait dengan keinginan mereka mengantarkan makanan MBG ke sekolah, Agung mengungkapkan itu dilakukan untuk memastikan dan mengetahui, bagaimana proses pengantaran makanan yang akan dikonsumsi anak-anak sekolah.
''Saya sudah lama tak seperti ini. Tapi saya rasa perlu bagi kami mengetahui, bagaimana kondisi mobil yang akan digunakan mngantarkan makanan kepada anak-anak. Kalau mobilnya panas, kondisinya jorok dan tidak bersih, pasti akan berpengaruh juga pada kualitas makanan yang akan disajikan,'' kata Agung.
''Dari apa yang kami lihat ini, kondisinya sangat baik, mobilnya juga bagus, mudah-mudahan kualitas makanan yang disajikan juga aman sampai kepada para murid di sekolah,'' ungkap Wali Kota Agung.(R04)
Listrik Indonesia

