KAKIHU (RIAUSKY.COM)- Bunda PAUD Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar melakukan Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), sekaligus menyerahkan bantuan alat belajar bagi anak-anak usia prasekolah di lima desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (08/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bunda PAUD Kabupaten Kampar bersama Forum PAUD Kabupaten Kampar dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya bagi anak-anak yang berada di wilayah 3T.
Dalam kunjungan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Kampar bersama rombongan harus menempuh perjalanan menggunakan Piyau (sampan) selama kurang lebih tiga jam menyusuri Sungai Subayang untuk menjangkau sejumlah desa.
Tiga desa yang dikunjungi secara langsung oleh Bunda PAUD Kampar yakni Desa Muara Bio, Desa Gajah Bertalut dan Desa Terusan. Sementara bantuan secara simbolis juga diserahkan kepada kepala desa, yakni Desa Subayang Jaya dan Desa Pangkalan Serai.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Kampar didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridarmawan, Kabid PAUD Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar Taufik Wahyudiansyah, serta para anggota Forum PAUD Kabupaten Kampar.
Selain sosialisasi Perbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, kegiatan juga dirangkai dengan pelaksanaan program PAUD Multijenjang, APE Keliling (Alat Permainan Edukatif Keliling), dan Bunda PAUD Peduli.
Di hadapan anak-anak dan masyarakat, Ny. Tengku Nurheryani memberikan motivasi agar anak-anak di wilayah tersebut tetap semangat belajar dan menuntut ilmu meskipun tinggal di wilayah yang memiliki tantangan akses dan jarak.
“Anak-anak Bunda sekalian harus semangat dalam menuntut ilmu. Rajin belajar, karena pendidikan adalah bekal untuk meraih cita-cita dan menjadi orang sukses di masa depan,” ujar Bunda PAUD Kampar.
Ia juga menjelaskan bahwa Forum PAUD Kabupaten Kampar memiliki sejumlah program untuk memastikan anak-anak di daerah terpencil tetap mendapatkan layanan pendidikan, salah satunya melalui GAS (Gerakan Ayo Sekolah) PAUD dan Jangkeling (Jelajah Negeri oleh Guru Keliling).
“Melalui program GAS PAUD dan Jangkeling, nantinya akan ada guru-guru kita yang datang ke desa-desa ini untuk mengajar minimal satu kali dalam seminggu. Jadi kepada para orang tua, jangan bosan untuk mengantar anak-anaknya ketika program Jangkeling datang,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan Forum PAUD Kabupaten Kampar terhadap pemerataan pendidikan, sehingga anak-anak di wilayah 3T tetap memperoleh kesempatan belajar yang layak sejak usia dini.
Bunda PAUD Kampar berharap dukungan orang tua dan masyarakat terus diberikan agar program pendidikan anak usia dini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
“Kita ingin anak-anak di seluruh pelosok Kampar mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Mari bersama-sama memberikan dukungan, terutama para orang tua, agar anak-anak kita rajin belajar dan terus mengejar cita-cita,” tambahnya.
Selain membawa misi pendidikan, perjalanan menuju desa-desa di kawasan Kampar Kiri Hulu tersebut juga menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongan. Dengan menggunakan piyau, rombongan dapat menyusuri Sungai Subayang selama kurang lebih tiga jam sekaligus menikmati keindahan alam dan suasana sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.(CR2)
Listrik Indonesia

