Kadis Ketahanan Pangan Pekanbaru Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi

Kadis Ketahanan Pangan Pekanbaru Pimpin  Rapat Pengendalian Inflasi

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekambaru memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tim Pengendalian Inflasiah (TPID) Kota Pekanbaru bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin (10/8/2026).

Dalam rapat yang dilaksanakan secara daring dari Kementerian Dalam Negeri itu, dibahas sejumlah tindkalanjut kebijakan pemerintah terkait beberapa program strategis, seperti bantuan untuk rumah layak huni dan kondisi inflasi sepanjang minggu pertama Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, terkait dengan inflasi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amilia Adininggar  mengungkapkan sejauh ini kondisi inflasi secara nasional cukup terkendali, dimana secara bulan ke bulan per Juli 2026, angka inflasi tercatat sebesar -0,14 persen, sementara tahun ke tahun sebesar 2,88 persen.

Meski cukup terkendali,  pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indikator utama terjadinya inflasi pada periode Juli 2026 bersumber dari pengeluaran masyarakat untuk biaya pendidikan, bukan biaya transportasi.

''Ada pergeseran, dimana, untuk penyebab utama inflasi pada periode Juli 2026 ini adalah dari sektor pendidikan. Karena pada bulan Juli, pengeluaran keluarga banyak tersdor untuk pembayaran anak masuk sekolah baik SD maupun SMP,''ungkap Amalia.

Adapun untuk sektor penerbangan, pada periode ini tidak mengalami lonjakan.

Meski cenderung mengalami deflasi, namun harga beberapa komoditas pangan juga patut dipantau dan diantisiapsi oleh pemerintah dalam upaya mencegah kenaikan yang lebih tinggi.

Di antara komoditas yang potensial untuk mengalami kenaikan adalah harga ayam ras.

Meski masih berada di bawah HAP, namun Amalia mengungkapkan, secara umum, harga daging ayam ras pada minggu pertama Agustus 2026 mengalami kenaikan sebesar 4,06 persen.

Di katakan Amalia, pada periode Juli 2026, sudah ada beberapa daerah yang mengalami lonjakan harga untuk ayam ras. Bahkan, kenaikannya sudah jauh melampaui harga acuan pemerintah (HAP). Bahkan kenaikannya sudah mencapai 20 persen seperti di Kepahiang dan Seluma.

''Kenaikan harga ini perlu sekali untuk diantisipasi, supaya tidak terus bergerak naik,''ungkap dia.

Selain daging ayam ras, dia juga mengingatkan potensi kenaikan untuk harga  telur ayam, yakni sebesar 0,07 persen serta beras sebesar 0.16 persen.

Ada pun harga komoditas pangan lainnya, sejauh laporan yang disampaikan oleh Kepala BPS masih cenderung stabil, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan seperi cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, termasuk juga bawang putih.

Sementara itu, untuk Minyakita, keskipun secara distribusi sudah cukup merata, namun harga untuk pembelian pada masyarakat dalam rapat tersebut, diungkapkan masih cukup tinggi, dengan reata pembelian di tingkat masyarakat seharga Rp20.000 per liter.

Tampak hadir mengikuti rapat koordinasi secara daring ini jajaran TPID Kota Pekanbaru.

Kadis Ketahanan Pangan Pekanbaru Mahyuddin menyebutkan, sejauh ini, harga komoditas pangan di Kota Pekanbaru juga masih relatif stabil dan terkendali.

Meski begitu, secara rutin, setiap harinya, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan masih terus melakukan pemantauan untuk harga komoditas pangan di sejumlah pasar-pasar tradisional di Kota Pekanbaru.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional